Pefindo Naikkan Rating BRI Finance ke Level Double A dengan Outlook Stabil

Pefindo telah menyematkan prospek CreditWatch dengan Implikasi Negatif terhadap peringkat ISAT, sehubungan dengan rencana penggabungan usaha dengan Tri yang diharapkan selesai pada Desember 2021
ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menaikkan peringkat PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) maupun Medium Term Notes I (MTN I) yang diterbitkan senilai Rp300 miliar ke level idAA (Double A), dengan prospek perusahaan di level ‘Stabil’.

Penetapan peringkat tersebut disampaikan oleh analis Pefindo, Hasnalia Hanifah dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Jumat (16/7).

“Pefindo menaikkan peringkat PT BRI Multifinance Indonesia (BRIF) dan Medium Term Notes I-2019 menjadi idAA dari idAA-,” kata Hasnalia.

Dia menyebutkan, aksi pemeringkatan ini mencerminkan pandangan Pefindo bahwa ada dukungan yang lebih besar dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebagai pemegang saham pengendali.

Baca :  Pefindo Beri Rating di Level Tertinggi untuk TLKM Beserta Surat Utangnya

Hasnalia mengatakan, bercermin pada fokus bisnis BBRI di segmen pembiayaan mikro maupun rencana pembentukan holding, maka Pefindo meyakini bahwa BBRI akan melanjutkan strategi penguatan kinerja BRI Finance, dengan menjadikan perusahaan pembiayaan ini sebagai pintu gerbang untuk jasa pembiayaan kendaraan bermotor, termasuk dengan menyediakan jaringan, infrastruktur dan praktik pengelolaan risiko.

“Strategi ini akan memperkuat posisi BRIF di industri pembiayaan dalam jangka pendek sampai menengah dan akan meningkatkan kontribusi, serta peran penting BRIF bagi grup BBRI. Kami menilai, BBRI akan memberikan dukungan dalam bentuk permodalan dan pendanaan kepada BRIF,” ujar Hasnalia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan (idAAA) dan memilik kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia.

Baca :  Rupiah Menguat ke Level Rp14.980 per Dollar AS

Dia menyatakan, peringkat idAA pada BRI Finance mencerminkan adanya dukungan yang sanga kuat dari BBRI yang saat ini berperingkat idAAA.

Peringkat BRI Finance juga menunjukkan bahwa perseroan memiliki permodalan yang kuat dan fleksibilitas keuangan.

Namun, peringkat tersebut dibatas oleh profitabilitas BRI Finance yang berada di bawah rata-rata dan kualitas aset yang cukup.

“Peringkat tersebut dapat dinaikkan, jika terdapat tingkat kemungkinan dukungan yang lebih kuat dari BBRI,” kata Hasnalia.

Sedangkan, peringkat akan diturunkan apabila Pefindo tidak lagi memandang BRI Finance sebagai anak perusahaan inti dari BBRI.

“Tekanan tersebut dapat timbul jika BBRI merevisi strategi dan mengurangi dukungan, serta komitmennya atau jika BRIF gagal secara signifikan dalam menyampaikan harapan induk,” ujarnya.

Baca :  TPIA Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun dengan Tingkat Kupon 9,2%