Semester I-2021, MTDL Bukukan  Laba Bersih Rp 242,8 Miliar

Pada Semester I-2021, unit bisnis Distribusi meraih performa yang baik dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 24,7% dan laba bersih 84,2%.
Metrodata berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp242,8 miliar pada Semester I-2021 atau meningkat 55,6% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini merupakan hasil dari pertumbuhan masing-masing unit bisnis Perseroan, yaitu unit bisnis Distribusi dan unit bisnis Solusi & Konsultasi.

JAKARTA-PT Metrodata  Electronics Tbk (“MTDL” atau  Perseroan), emiten Teknologi Informasi  dan Komunikasi (“TIK”) khususnya di bidang  solusi digital serta distribusi hardware dan  software, berhasil membukukan laba bersih  sebesar Rp242,8 Miliar pada Semester I  2021.

Angka ini meningkat 55,6% dibandingkan  dengan periode yang sama pada tahun  sebelumnya.

Pencapaian ini merupakan  hasil dari pertumbuhan masing-masing unit  bisnis Perseroan, yaitu unit bisnis Distribusi  dan unit bisnis Solusi & Konsultasi.

“Pada Semester I-2021  kami terus membukukan kinerja yang lebih  baik meskipun kondisi perekonomian belum  sepenuhnya normal di tengah pandemi  Covid-19. Tidak hanya pada laba bersih,  MTDL juga membukukan pendapatan pada  Semester I-2021 sebesar Rp7,7 triliun atau  meningkat 23,5%,” ujar Presiden Direktur  MTDL, Susanto Djaja.

“Faktor pertumbuhan  tersebut disebabkan oleh meningkatnya  permintaan berbagai produk dan solusi TIK  dalam rangka mendukung digitalisasi. Oleh  karena itu, MTDL terus menambah produk,  mitra global, dan solusi TIK baru yang  berkualitas,” tambahnya.

Baca :  Pendapatan di 2020 Melorot, Laba Bersih RAJA Anjlok Jadi USD1,39 Juta

Pada Semester I-2021, unit bisnis Distribusi  meraih performa yang baik dengan  pertumbuhan pendapatan sebesar 24,7%  dan laba bersih 84,2%.

Meskipun supply  notebook masih belum sepenuhnya pulih  karena adanya kelangkaan bahan baku chip secara global, akan tetapi MTDLberhasil mengimbanginya dengan diversifikasi  produk, seperti Chromebook dan  smartphone.

Direktur MTDL Randy Kartadinata menjelaskan  pada Semester I-2021  penjualan smartphone kami mencapai  Rp828 miliar atau bertumbuh 98%.

“Kami  memasarkan smartphone dengan harga  yang ekonomis dan fitur aplikasi Android  terbaru sehingga banyak diminati  masyarakat. Di sisi lain, masa pandemi mengakibatkan banyak orang  menghabiskan waktu di rumah yang berpeluang mengisi hiburan dengan  bermain game. Hal ini juga meningkatkan permintaan produk gaming mencapai lebih  dari 66%,” ujar Randy.

Di unit bisnis Solusi dan Konsultasi pada  Semester I-2021 juga meraih pertumbuhan  pendapatan sebesar 16,9% dan laba bersih  37,2%.

Baca :  PT SMI Jalin Kemitraan Strategis Sebagai VAD Huawei Technologies

Hal ini didorong dengan adanya tren  digitalisasi yang terus meningkat dan  menjadi kebutuhan berbagai sektor  perusahaan.

Adapun kontribusi terbesar  berasal dari sektor finansial yang  menyumbang 33% ke pendapatan unit  bisnis Solusi dan Konsultasi.

Ke depan, unit  bisnis Solusi dan Konsultasi akan terus  mengembangkan kompetensinya dalam mendukung transformasi perbankan di  Indonesia untuk menjadi Bank Digital.

Sementara itu, untuk solusi delapan pilar  yang menjadi andalan dalam proses  transformasi digital bagi para pelanggan  MTDL juga mencapai pertumbuhan sebesar  19,7%.

Sebagai informasi, belum lama ini unit bisnis Distribusi melalui anak usahanya, PT  Synnex Metrodata Indonesia (“SMI”) telah  meluncurkan platform virtual mall 360° yang  disebut Nexworld° untuk pusat  berkumpulnya berbagai merek teknologi  dunia.

Di sisi unit bisnis Solusi dan  Konsultasi melalui anak usahanya PT Mitra  Integrasi Informatika (“MII”) juga terus  memperlengkapi solusi digitalnya.

Baca :  Bank BSI Catat Laba Rp 742 Miliar, Naik 12,85% di Triwulan 1 2021

Salah  satunya adalah mendukung program BI  FAST dengan menyediakan aplikasi digital  Konverter BI FAST MII (KOMI) dan siap  menawarkan Infrastructure Software  platform Super App untuk percepatan  transformasi menuju Bank Digital.

Entitas anak MTDL yaitu MII tidak hanya  fokus pada bisnis saja, melainkan juga  memperhatikan pendidikan di Indonesia  khususnya di bidang TIK.

Melalui Metrodata  Academy, MII sudah menjadi mitra  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)  untuk program Kampus Merdeka.

Selain itu  MII juga telah bermitra dengan lebih dari 60  Universitas di Indonesia.

Diharapkan program Metrodata Academy ini dapat  mencetak tenaga ahli TIK yang berkualitas.

“MTDL optimis dapat terus meningkatkan  kinerjanya seiring dengan percepatan  transformasi digital dan program vaksinasi. Covid-19. Kami juga telah melakukan vaksinasi Gotong Royong bagi karyawan MTDL. Diharapkan kondisi pandemi segera  pulih dan perekonomian juga segera  membaik,” tutup Susanto.