Tiga Investor Institusi Kompak Lepas 42,07 Juta Saham BOSS

pemberian sanksi suspensi tersebut karena harga saham CBMF dan AYLS mengalami kenaikan harga kumulatif yang signifikan.
Ilustrasi

JAKARTA-Tiga investor institusi memutuskan untuk menjual sebanyak 42,07 juta lembar saham yang ditempatkan di PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS), dengan besaran harga transaksi yang bervariasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi BOSS yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (12/7), PT Sapphire Mulia Abadi melepas kepemilikannya di BOSS sebanyak 7.954.400 saham seharga Rp83,53 per lembar, sehingga terhitung per 30 Juni 2021 kepemilikannya tersisa 99.139.800 lembar atau setara dengan 7,08 persen.

Selanjutnya, PT Kencana Unggul Semesta menjual sahamnya di BOSS sebanyak 7.993.000 saham seharga Rp83,37 per lembar, sehingga terhitung per 30 Juni 2021 kepemilikannya tersisa 128.807.000 lembar atau setara dengan 9,2 persen.

Baca :  Semester I-2020, Laba Bersih INDR Anjlok Jadi USD1,08 Juta

Kemudian, PT Megah Prakarsa Utama melepas kepemilikannya di BOSS sebanyak 26.118.900 saham seharga Rp74,31 per lembar, sehingga terhitung sejak 1 Juli 2021 kepemilikannya tersisa 254.977.286 lembar atau setara dengan 18,21 persen.

Menurut keterangan Direktur BOSS, Widodo Nurly S dalam keterbukaan informasi perseroan, tujuan transaksi yang dilakukan oleh ketiga investor institusi tersebut merupakan upaya merealisasikan kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan.

Saham-saham yang dijual tersebut merupakan saham yang bertatus kepemilikan langsung.