IHSG Tertahan di Tren Koreksi, BJBR: Buy on Weakness

Indeks Harga Saham Gabungan
Ilustrasi

JAKARTA-Kendati laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir pekan lalu masih berada dalam tren pelemahan yang berakhir pada level 6.041, namun pengamat pasar modal, analis maupun ekonom merekomendasikan buy on weakness (BoW) pada saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) yang bergerak sideways sejak akhir Juni 2021.

Menurut pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet dalam keterangan pers yang dilansir di Jakarta, Minggu (29/8), sisi fundamental BJBR terbilang cukup kuat yang ditopang oleh penyaluran kredit kepada nasabah payroll.

“Laporan Keuangan Semester I-2021 juga menunjukkan kinerja perusahaan yang cukup baik, dengan berhasil menjaga NPL (rasio kredit macet) di bawah 1,6 persen. Bahkan pada 2020, ketika pandemi terjadi, BJBR berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 8 persen,” kata Yusuf.

Dia mengungkapkan, kekuatan fundamental BJBR tersebut menjadikan bank BUMD Provinsi Jawa Barat ini memiliki prospek yang positif di tengah tren pelemahan IHSG.

Baca :  Melantai Perdana di BEI, Saham NICL Langsung Sentuh Titik Autorejection Atas

“Tantangannya mungkin lebih kepada para investor yang saat ini yang juga tertarik pada saham bank digital,” ujar Yusuf.

Sebelumnya, analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengatakan bahwa pada pekan lalu investor melakukan wait and see terhadap data ekonomi AS sebagai petunjuk arah keputusan taper tantrum yang akan disinggung The Fed.

“Investor juga mengkhawatirakan dampak dari taper tantrum terhadap capital outflow dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah badai Covid-19 varian delta yang masih membuat Indonesia melakukan pembatasan secara darurat,” ujar Lanjar.

Sehingga, pada perdagangan Kamis, 26 Agustus 2021 terjadi aksi jual bersih yang dilakukan investor asing sebesar Rp273,46 miliar, meski pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Agustus 2021 investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp467,4 miliar.

Sementara itu, harga BJBR pada perdagangan Jumat (27/8) ditutup pada level 1.225, setelah dibuka pada level 1.240.

Baca :  Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Pengolahan Daging

Harga saham Bank BJB ini tercatat mengalami sideways sejak akhir Juni 2021, setelah pada perdagangan 14 Januari 2021 mencapai level tertinggi di tahun ini, yakni pada posisi Rp1.855.

Analis senior dari Certified Securities Analyst (CSA) Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, penyaluran kredit BJBR pada Semester I-2021 bertumbuh 12,5 persen (year-on-year) menjadi Rp7,2 triliun.

“Kinerja BJBR didukung permintaan kredit dari masyarakat yang dinilai baik. Itu baru dari pertumbuhan KPR, belum dari penyaluran kredit untuk usaha dan lainnya, sehingga memberi tambahan kinerja pada BJBR,” katanya.

Menurut Reza, keputusan BJBR untuk lebih fokus dalam memasuki era digitalisasi akan menciptakan persaingan di industri perbankan yang semakin sehat, sehingga publik bisa merasakan manfaat dari layanan digital dari BJBR.

Lebih lanjut Reza menegaskan, harga saham BJBR yang saat ini berada di level Rp1.225 masih cukup menarik di level saat ini Rp 1.250.

Dia menyatakan, layanan perbankan berbasis teknologi digital yang diterapkan BJBR akan meningkatkan sebaran nasabah yang pada gilirannya akan mengatrol kinerja keuangan perseroan.

Baca :  PHK Selama Covid-19, LBH Pers dan AJI Jakarta Buka Posko Pengaduan Bagi Wartawan

Head of Equity Trading PT MNC Sekuritas Medan, Frankie Wijoyo Prasetio meyakini, sejauh ini ada ruang pertumbuhan pada kinerja saham BJBR hingga pengunjung 2021.

Selain itu, BJBR juga memiliki likuiditas yang berlimpah yang tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 87 persen.

“Jadi, saham BJBR cukup baik jika dikoleksi untuk tujuan investasi, karena dari kinerjanya yang sangat baik dan masih mampu outperform di tengah tahun-tahun pandemi ini. Apalagi harganya sedang terkoreksi setelah dividen yang ditebar pada April lalu,” tutur Frankie.

Frankie merekomendasikan agar para investor untuk melakukan aksi beli pada saham BJBR, dengan target harga Rp1.600 per saham.

Bahkan, pada riset PT RHB Sekuritas Indonesia yang dilakukan oleh analis Andrey Wijaya dan Shelly Setiadi, target harga BJBR hingga akhir 2021 berada di level Rp1.900 per saham.