Kelompok Tani dari Banyumas dan Bandung Barat Kirim Bibit Aren Untuk Mendukung Pemulihan Ekosistem Danau Toba

Bibit pohon aren yang disemai dan dipelihara oleh Kelompok Tani Wangsa Kecana Desa Dawuhan Kulon, Banyumas dan Kelompok Tani Langgeng Makmur Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat akan diberikan kepada masyarakat adat dan para petani yang ada di Sekitar Danau Toba
Kelompok Tani dari Banyumas dan Bandung Barat Kirim Bibit Aren Untuk Mendukung Pemulihan Ekosistem Danau Toba

BANDUNG-Sebanyak 19.623 bibit aren dari Banyumas dan Bandung Barat dikirim ke Danau Toba.

Bibit pohon aren yang disemai dan dipelihara oleh Kelompok Tani Wangsa Kecana Desa Dawuhan Kulon, Banyumas dan Kelompok Tani Langgeng Makmur Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat akan diberikan kepada masyarakat adat dan para petani yang ada di Sekitar Danau Toba.

Permintaan bibit aren ini disampaikan langsung oleh salah satu pemerhati kelestarian Danau Toba Togu Simorangkir ketika dilakukannya virtual dialog tentang kelestarian Danau Toba.

Dalam dialog bersama para pemerhati, akademisi, pemerintah daerah, pejabat Kodam I/Bukit Barisan dan Polda Sumatera Utara tersebut, ia menyampaikan bahwa salah satu bibit pohon yang dibutuhkan masyarakat di sekitar Danau Toba adalah bibit aren.

Letjen TNI (Purn.) Doni Monardo yang ikut hadir dalam dialog itu langsung merespon permintaan Togu Simorangkir.

Saat itu juga ia menghubungi dua kelompok tani ini untuk menyiapkan bibit aren dan segera diberangkatkan ke Danau Toba.

Bibit aren usia 2,5 tahun dengan ketinggian 1-1,5 meter ini diberangkatkan dari Banyumas pada tanggal 15 Agustus 2021.

Baca :  Menparekraf Gandeng Kadin Kembangkan 5 Destinasi Super Prioritas

Proses penyiapan bibit dan pengiriman bibit dilakukan bersama dengan Kodam I/Bukit Barisan melalui Asisten Operasi Kasdam I/BB (Asops) Kolonel Inf. Kristomei Sianturi.

“Kami mendukung persiapan pengiriman bibit aren ini dan ingin memastikan keamanannya selama perjalanan dari Banyumas menuju Danau Toba” katanya.

Ribuan bibit aren ini diangkut dengan 3 buah mobil truk. Bibit dikemas didalam plastik untuk mengatur kelembaban tanah selama di perjalanan.

Perjalanan menuju Danau Toba membutuhkan waktu empat hari.

Untuk menjaga agar bibit tidak panas, pada siang hari rombongan kendaraan ini berhenti di tempat istirahat yang teduh. Perjalanan dilanjutkan pada sore hingga pagi hari.

Perjalanan juga diteruskan ketika sepanjang perjalanan turun hujan.

Dengan adanya jalan tol lintas Sumatera membuat waktu perjalanan menuju Danau Toba lebih cepat.

Memasuki kawasan Danau Toba, bibit aren ini diturunkan di kantor Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) di Parapat.

Proses penurunan bibit dan penataan bibit dibantu oleh tim KSPPM, UPT Kebun Raya Samosir dan Arboretum Aek Natonang dan Kodam I/Bukit Barisan.

Bibit akan dirawat selama kurang lebih satu bulan sebelum didistribusikan kepada para petani dan masyarakat adat yang ada di sekitar Danau Toba.

Baca :  Telkom Group Bantu Robot Desinfeksi

Salah satu pengemudi truk Iwan Setiawan menyampaikan, dari Banyumas hingga Danau Toba tidak ada kendala selama di perjalanan.

Ia dan bersama dua orang pengemudi lainnya berharap program untuk pemulihan Danau Toba ini bisa terwujud.

“Semoga bibit-bibit pohon yang kami bawa ini nanti ada manfaatnya untuk masyarakat di sekitar Danau Toba,” ujarnya.

Sebelumnya, pada tanggal 6 Agustus 2021, Presiden Joko Widodo menerima Togu Simorangkir di Istana Merdeka.

Togu menyampaikan beberapa kerusakan yang telah terjadi di kawasan Danau Toba.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa kerusakan-kerusakan yang telah terjadi untuk kembali ditanami bersama-sama.

Pemerintah akan siap memberikan bibit pohon dan pada bulan November atau Desember Presiden akan mengajak penanaman pohon bersama-sama dengan masyarakat.

Doni Monardo yang memiliki banyak pengalaman dalam melakukan aksi pemulihan kerusakan lingkungan, sungai dan kawasan hutan.

Ia sangat percaya keberhasilannya menjalankan program di Maluku, Papua dan Jawa Barat karena mendapat dukungan dari masyarakat.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bukan sekedar bibit, tapi juga membimbing masyarakat agar bisa terus menjaga lingkungannya.

Baca :  RS Kini Dapat Ajukan Klaim Covid-19 ke Kemenkes

Melakukan upaya konservasi dengan tidak ada lagi aktivitas penebangan pohon, melakukan restorasi dengan menanam pohon dan upaya perlindungan kawasan hutan.

Perwira tinggi TNI AD yang pernah menjabat dua kali Pangdam ini berharap, bibit aren tersebut bisa didistribusikan kepada masyarakat adat dan petani yang memang membutuhkan dan memiliki komitmen untuk merawatnya.

Sehingga pohon-pohon aren yang mereka tanam bisa menambah nilai ekonomi keluarga.

Sebagaimana diketahui pohon aren memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan baku atap, ijuk, buah kolang kaling, cuka, gula aren, tepung dan lain-lain.

“Para pejabat di pemerintahan, Kodam, Polda atau di sebuah perusahaan akan berganti. Tapi masyarakat akan selalu tinggal di desa-desa mereka. Oleh karena itu, sebagus apapun program yang dirancang dan dibuat jika tidak melibatkan masyarakat dan tidak mendapat dukungan dari masyarakat saya pastikan program tersebut tidak akan berhasil”, katanya.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini tentunya sangat mendukung jika ada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki keinginan untuk menanam pohon dan akan merawat pohon-pohon yang telah ditanam.