Laba Bersih INDF di Semester I-2021 Naik Jadi Rp3,43 Triliun, Tapi ICBP Turun 5%

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

JAKARTA-Laba bersih PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ada paruh pertama 2021,  mengalami kenaikan menjadi Rp3,43 triliun dari Rp2,84 triliun pada periode yang sama di 2020.

Namun, laba bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tercatat menurun 5 persen (year-on-year) menjadi Rp3,22 triliun.

Menurut Direktur Utama dan CEO Indofood, Anthoni Salim dalam siaran pers yang dilansir di Jakarta, Rabu (25/8), selama enam bulan pertama 2021 perseroan mampu membukukan nilai penjualan bersih (konsolidasian) sebesar Rp47,29 triliun atau bertumbuh 20 persen (y-o-y).

Lebih lanjut Anthoni menyampaikan, laba usaha yang dicatatkan INDF di Semester I-2021 mencapai Rp8,49 triliun atau mengalami kenaikan dibanding Semester I-2020 yang senilai Rp5,63 triliun.

Baca :  Meski Pendapatan Naik, Laba Bersih GGRM Melorot Jadi Rp1,75 Triliun

Sehingga, marjin laba usaha perseroan tercatat meningkat menjadi 17,9 persen dari 14,3 persen.

Dia menyebutkan, pada paruh pertama tahun ini INDF mampu membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,43 triliun atau bertumbuh 21 persen (y-o-y).

Sehingga, marjin laba bersih tercatat meningkat menjadi 7,3 persen dari 7,2 persen dan core profit meningkat 37 persen (y-o-y) menjadi Rp3,92 triliun.

“Dalam situasi yang dinamis saat ini, Indofood telah mempertahankan kinerja yang konsisten di Semester I-2021. Kami akan tetap waspada dalam melindungi karyawan kami dan mempertahankan daya saing kami,” papar Anthoni.

Sementara itu, kata Anthoni, selama enam bulan pertama tahun ini ICBP mampu mencatatkan kenaikan penjualan bersih (konsolidasian) sebesar 22 persen (y-o-y) menjadi Rp28,2 triliun.

Baca :  Rugi LPKR di Semester I-2021 Susut, Tapi Liabilitas Melonjak Jadi Rp41,23 Triliun

Sedangkan laba usaha tercatat meningkat 36 persen (y-o-y) menjadi Rp6,36 triliun dan marjin laba usaha meningkat menjadi 22,6 persen menjadi Rp20,3 persen.

Adapun jumlah laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat menurun 5 persen (y-o-y) menjadi Rp3,22 triliun.

Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih yang belum terealisasi, maka kata Anthoni, core profit yang mencerminkan kinerja operasional tercatat meningkat 25 persen (y-o-y) menjadi Rp3,95 triliun.

“Meskipun laju pemulihan ekonomi global belum menentu karena masih berlanjutnya pendemi, kami dapat mencatatkan kinerja operasional yang positif di paruh pertama 2021. Ke depannya, kami akan terus fokus memperkuat keunggulan operasional dan mempertahankan ketangguhan model bisnis kami yang terintegrasi, serta keselamatan para karyawan,” tutur Anthoni.

Baca :  Kuartal I-2020, SUPR Raih Pendapatan Sebesar Rp463,7 Miliar