Potensi Rebound IHSG Tetap Terbuka, Cermati Saham Rekomendasi Analis

saat ini candle shooting star terdeteksi pada chart harian IHSG dan kemungkinan menjadi indikasi bahwa laju indeks mendekati fase akhir dari rally wave [iii]
Ilustrasi

JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang untuk mengalami technical rebound, setelah kemarin tertahan di zona merah dan berakhir melemah 0,33 persen ke level 6.089.

Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, laju IHSG secara teknikal telah mengalami pulled back tepat di level resistance Moving Average 20 hari (MA20), namun masih mampu bertahan di atas level support MA50.

“Indikasi pergerakan IHSG yang cukup berat terlihat pasca koreksi pada Selasa kemarin. Indikator Stochastic dan RSI masih memberikan sinyal bullish momentum dan MACD masih bergerak positif,” kata Lanjar di Jakarta, Rabu (25/8).

Sehingga, jelas Lanjar, peluang IHSG untuk mengalami rebound masih tetap terbuka, dengan rentang support-resistance di level 6.069-6.154. Dia merekomendasikan agar para investor mengoleksi saham ANTM, INCO, INDF, JPFA, LPKR, MIKA dan WSKT.

Baca :  Investor Saham Meningkat, Jumlahnya Mencapai 2,48 Juta

Sementara itu, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya memperkirakan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih berada dalam kondisi tertekan.

Adapun kisaran support-resistance yang dimiliki IHSG berada di level 5.872-6.123.

“Perkembangan dari pergerakan IHSG yang akan dilalui terlihat berpotensi masih berkutat dalam rentang konsolidasi wajar. Fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah belum akan memberikan sentimen terhadap pola pergerakan IHSG,” papar William.

Selain itu, lanjut dia, kondisi perlambatan ekonomi masih akan memberikan pengaruh terhadap kinerja emiten hingga beberapa waktu mendatang.

“Hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan,” tegasnya.

Dengan demikian, kata William, pergerakan IHSG yang masih berada dalam kondisi tertekan tersebut seharusnya bisa disikapi oleh para investor dengan mengakumulasi pembelian saham GGRM, BBCA, UNVR, TLKM, ASII, LSIP, ASRI dan AKRA.

Baca :  PT JAST Alami Rugi Bersih Rp4,8 Miliar