Semester I-2021, Laba Bersih SMGR Naik Jadi Rp794,12 Miliar

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mampu meraih kenaikan laba bersih menjadi Rp794,12 miliar dari Rp612,47 miliar pada periode yang sama di 2020.

JAKARTA-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) selama enam bulan pertama tahun ini, mampu meraih kenaikan laba bersih menjadi Rp794,12 miliar dari Rp612,47 miliar pada periode yang sama di 2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Senin (2/8), pada Semester I-2021 jumlah pendapatan SMGR mencapai Rp16,21 triliun atau lebih besar dibandingkan dengan perolehan di Semester I-2020 yang senilai Rp16,02 miliar.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, jumlah beban pokok pendapatan SMGR pada paruh pertama tahun ini meningkat menjadi Rp11,62 triliun dari Rp11,21 triliun.

Sehingga, laba bruto perseroan di Semester I-2021 menjadi senilai Rp4,59 triliun.

Adapun jumlah laba sebelum pajak untuk periode yang berakhir 30 Juni 2021 tercatat Rp1,19 triliun atau sedikit lebih tinggi dibanding periode yang sama setahun sebelumnya yang sebesar Rp1,03 triliun.

Baca :  Kuartal Pertama, Laba Bersih SMRA Turun Jadi Rp37 Miliar

Dengan besaran beban pajak penghasilan yang senilai Rp404,79 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan SMGR di Semester I-2021 menjadi sebesar Rp788,93 miliar atau lebih besar dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp606,12 miliar.

Sementara itu, jumlah laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Semester I-2021 sebesar Rp749,12 miliar atau mengalami kenaikan dibanding Semester I-2020 yang senilai Rp612,47 miliar.

Per 30 Juni 2021, jumlah liabilitas SMGR tercatat senilai Rp47,91 triliun atau jauh lebih rendah dibanding per 31 Desember 2020 yang masih mencapai Rp40,57 triliun.

Sedangkan, jumlah dana syirkah temporer yang dicatatkan perseroan masih tetap senilai Rp1,78 triliun.

Baca :  Pendapatan Anjlok, Laba Bersih PPRE di 2020 Hanya Senilai Rp58,57 Miliar

Sedangkan, jumlah ekuitas SMGR hingga akhir Juni 2021 tercatat sebesar Rp35,34 triliun atau sedikit lebih rendah dibanding posisi di akhir Desember 2020 yang sebesar Rp35,65 triliun.

Maka, total aset perseroan per 30 Juni 2021 menjadi sebesar Rp75,03 triliun.