BEI Suspensi YPAS, Tiga Saham Lain Masuk Radar Pemantauan

pemberian sanksi suspensi terhadap perdagangan YPAS disebabkan oleh terjadi kenaikan harga kumulatif secara signifikan.
PT Yanaprima Hastapersada Tbk

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk memberi sanksi penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), sedangkan tiga saham lainnya berada dalam status pemantauan karena mengalami pergerakan yang tidak wajar.

Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam Pengumuman Bursa yang dipublikasi di Jakarta, Kamis (23/9), pemberian sanksi suspensi terhadap perdagangan YPAS disebabkan oleh terjadi kenaikan harga kumulatif secara signifikan.

“Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham YPAS pada perdagangan 23 September 2021,” ujar Lidia.

Sebagaimana diketahui, selama kurun 10 September-15 September 2021 harga penutupan saham YPAS berada di posisi Rp344, namun pada penutupan perdagangan 22 September 2021 harganya berada di level Rp1.035 per saham.

Baca :  Harga Saham Bergerak tak Wajar, BEI Pantau Pola Transaksi MPPA dan CBMF

Lidia mengungkapkan, pemberian sanksi suspensi terhadap YPAS berlaku di pasar regular maupun pasar tunai, dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang dalam setiap pengambilan keputusan berinvestasi di YPAS.

Selain itu, BEI juga memutuskan untuk mencabut sanski suspensi terhadap perdagangan saham PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) dan PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), sehingga kedua saham ini bisa kembali diperdagangkan di pasar regular dan pasar tunai mulai Sesi I perdagangan 23 September 2021.

Sebelumnya, perdagangan CBMF dan AYLS dihentikan sementara atau selama sehari di perdagangan 22 September 2021.

Pemberian sanksi pada kedua emiten ini dikarenakan terjadinya kenaikan harga kumulatif yang signifikan.

Baca :  CBMF dan AYLS Kena Sanksi Suspensi, MGRO Masuk Daftar UMA

Sementara itu, kata Lidia, saat ini BEI juga sedang memantau perkembangan pola pergerakan saham PT Trisula International Tbk (TRIS), PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA) dan PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), akibat mengalami pergerakan harga yang tidak wajar.

Menurut Lidia, harga ketiga saham itu terindikasi mengalami pergerakan yang berada di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA), yakni terjadi penguatan secara signifikan.

Namun, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham TRIS, BIMA dan Kayu tersebut, perlu kami sampaikan bahwa saat ini Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi ketiga saham ini,” tutur Lidia.

Baca :  Harga Naik Tak Wajar, BEI Soroti Pola Transaksi Saham ARKA

Lebih lanjut dia mengatakan, BEI berharap agar para investor memperhatikan jawaban dari TRIS, BIMA dan KAYU atas permintaan konfirmasi dari Bursa, serta perlu mencermati kinerja perusahaan-perusahaan ini dalam setiap keterbukaan informasinya.

Selain itu, para investor juga diharapkan untuk kembali mengaji rencana corporate action ketiga emiten tersebut, apabila rencana mereka belum mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Lidia menambahkan, para investor juga perlu untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi pada saham TRIS, BIMA dan KAYU.