Harga Naik Tak Wajar, BEI Soroti Pola Transaksi Saham ARKA

pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal
PT Arkha Jayanti Persada Tbk

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sedang mencermati perkembangan pola perdagangan saham PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) yang sejauh ini mengalami kenaikan harga secara tidak wajar.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham ARKA yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam Pengumuman Bursa yang dilansir di Jakarta, Jumat (24/9).

Namun, jelas Lidia, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham ARKA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa saat ini Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ucap Lidia.

Baca :  BEI Suspensi Perdagangan Saham TIRA Akibat Naik Tak Wajar

Dia menyampaikan, informasi terakhir mengenai ARKA adalah informasi pada 22 September 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI, terkait penjelasan atas volatilitas transaksi saham Arkha Jayanti.

Sebagaimana diketahui, pada perdagangan 15 September 2021, harga ARKA ditutup pada level Rp67, padahal sebelumnya harga saham tertahan di posisi Rp50 per lembar.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan kemarin (23/9) harga ARKA yang sedang mengalami tren kenaikan selama sepekan sudah mencapai Rp117 per saham.

Lebih lanjut Lidia mengatakan, BEI berharap agar para investor memperhatikan jawaban dari Arkha Jayanti atas permintaan konfirmasi dari Bursa, serta perlu mencermati kinerja perusahaan ini dalam setiap keterbukaan informasinya.

Selain itu, para investor juga diharapkan untuk kembali mengaji rencana corporate action emiten ini, apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca :  Setahun di BEI, Saham SIMA Berpotensi Delisting Tahun Depan

Lidia menambahkan, para investor juga perlu untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi pada saham ARKA.

Sementara itu, menurut Lidia, BEI juga telah memutuskan untuk mencabut sanksi penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS).

Sehingga, mulai Sesi I perdagangan hari ini YPAS bisa kembali ditransaksikan di pasar regular maupun pasar tunai.

Kembali mengingatkan, selama kurun 10 September-15 September 2021 harga penutupan saham YPAS berada di posisi Rp344, namun pada penutupan perdagangan 22 September 2021 harganya berada di level Rp1.035 per saham.

Dengan kenaikan harga kumulatif yang signifikan tersebut, maka sebelumnya BEI telah memberikan sanksi suspensi terhadap perdagangan YPAS untuk perdagangan Kamis, 23 September 2021 di pasar regular dan pasar tunai.

Baca :  Harga Bergerak Tak Wajar, Transaksi Saham YELO dan LABA Disuspensi