Pefindo: Rating Akan Diturunkan, Jika WSBP Gagal Merestrukturisasi Utang

Pefindo telah menyematkan prospek CreditWatch dengan Implikasi Negatif terhadap peringkat ISAT, sehubungan dengan rencana penggabungan usaha dengan Tri yang diharapkan selesai pada Desember 2021
ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebutkan, peringkat PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang saat ini berada di level idBBB- (Triple B Minus) bisa diturunkan, apabila perseroan gagal melaksanakan rencana divestasi atau mencapai kesepakatan restrukturisasi utang.

Analisa tersebut disampaikan oleh dua analis Pefindo, Aryo Perbongso dan Yogie Surya Perdana dalam sebuah siaran pers yang dikutip di Jakarta, Kamis (16/9).

Saat ini, Pefindo menegaskan bahwa rating WSBP berada di level idBBB, dengan prospek peringkat di posisi ‘Negatif’.

Peringkat idBBB- juga disematkan oleh Pefindo pada obligasi yang diterbitkan oleh WSBP, yakni Obligasi Berkelanjutan I-2019 sebesar Rp2 triliun.

Prospek untuk peringkat perusahaan yang dipertahankan ‘Negatif’ untuk mengantisipasi profil keuangan WSBP yang tergolong sangat lemah.

Baca :  Pefindo Kembali Pangkas Rating MDLN Jadi CreditWatch Berimplikasi Negatif

“Kondisi ini dapat mengalami tekanan tambahan, jika WSBP tidak mampu melakukan rencana mitigasi, yang dapat diindikasikan dengan pembatalan atau penundaan berkepanjangan dari upaya WSBP dalam mencapai kesepakatan restrukturisasi utang dengan kreditur dan pemasok,” kata Aryo.

Tekanan tambahan pada WSBP juga bisa terjadi, lanjut Aryo, apabila upaya merealisasikan rencana divestasi aset mengalami hambatan dan WSBP tidak bisa menemukan alternatif sumber arus kas pengganti.

Peringkat idBBB- pada WSBP maupun obligasinya tersebut berlaku selama kurun 13 September 2021-1 September 2022.

“Peringkat dapat diturunkan, jika WSBP tidak dapat melaksanakan rencana divestasi dan/atau mencapai kesepakatan restrukturisasi utang sesuai rencana, sehingga berdampak pada kapasitasnya untuk membayar kewajiban keuangan dalam jangka menengah,” papar Aryo dalam keterangan resmi Pefindo.

Baca :  TPIA Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun dengan Tingkat Kupon 9,2%

Dia menambahkan, peringkat WSBP juga bisa berada di bawah tekanan, apabila terdapat indikasi yang kuat terkait dengan pelemahan dukungan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

“Kami mencatat bahwa WSBP pernah dan sedang menghadapi sejumlah kasus, yakni pemasoknya memilih untuk melanjutkan kasus ke Pengadilan Niaga dengan mengajukan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU),” paparnya.

Namun demikian, ujar Aryo, Pefindo bisa saja merevisi prospek peringkat WSBP dari ‘Negatif’ menjadi ‘Stabil’, asalkan anak usaha WSKT ini mampu meningkatkan permodalan secara signifikan dan melakukan perlindungan arus kas secara berkelanjutan melalui upaya deleveraging, serta bisa melampaui target pendapatan dan EBITDA.