Pemegang Saham BBCA Setujui Rencana Stock Split Dengan Rasio 1:5

Setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPS-LB, maka BBCA akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memproses stock split yang diperkirakan selesai pada Oktober 2021.
Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang digelar hari ini di Jakarta telah menyetujui rencana perseroan untuk melakukan pemecahan nilai saham (stock split), dengan rasio 1:5.

“Kami melihat bahwa investor ritel termasuk investor muda di pasar modal Indonesia memiliki ketertarikan yang kuat untuk berinvestasi di saham BBCA. Dengan adanya aksi korporasi ini diharapkan harga saham BCA dapat lebih terjangkau oleh investor ritel,” kata Presiden Direktur BBCA, #di Jakarta, Kamis (23/9).

Setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPS-LB, maka BBCA akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memproses stock split yang diperkirakan selesai pada Oktober 2021.

Baca :  Usai Stock Split, BEI Siap Catat Saham HOKI Bernilai Nominal Rp25 Per Lembar

Saat ini, saham BBCA memiliki nilai nominal Rp62,5 per lembar, sehingga setelah pelaksanaan stock split menjadi Rp12,5 per saham.

Perlu diketahui, pada penutupan Sesi I perdagangan 23 September 2021, harga BBCA berada di level Rp32.750 atau menurun 0,1 persen dibanding posisi pembukaan pagi ini di level Rp32.775 per lembar.

Sebelumnya, Jahja menyebutkan, dengan penetapan rasio stock split 1:5 tersebut, maka satu saham lama menjadi lima saham baru.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan Bursa,” ujarnya.

Jahja mengaku, sejauh ini BBCA mencermati dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca :  Pemegang Saham HOKI Setujui Rencana Stock Split Dengan Rasio 1:4

“Kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal di Tanah Air,” ucap Jahja.

Maka, lanjut dia, keputusan BBCA melakukan stock split untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA.

“Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri,” ujar Jahja.