PESPARANI Nasional: KVKI, Persaudaraan Insani di Tengah Pandemi

Ilustrasi

JAKARTA-Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) tahun ini dilaksanakan secara online dan diberi nama Kreasi Virtual Katolik Indonesia (KVKI) dengan tema “Persaudaraan Insani di Tengah Pandemi”

Walaupun sedikit berbeda dengan jumlah mata lomba PESPARANI luring, namun pelaksanaan KVKI tentu tidak kalah semaraknya karena diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 32 Provinsi / LP3KD.

Demikian siaran pers Panitia PESPARANI yang diterima Redaksi Berita Moneter di Jakarta, Rabu (22/9).

Seyogianya perhelatan PESPARANI kedua dilaksanakan di Kupang, NTT pada tahun 2020.

Namun, pandemi Covid yang sangat tinggi dan penerapan PPKM membuat PESRANI Kupang harus diundur ke tahun 2022.

Walaupun sedikit berbeda dengan jumlah mata lomba PESPARANI luring, namun pelaksanaan KVKI tentu tidak kalah semaraknya karena diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 32 Provinsi / LP3KD.

Pelaksanaan sendiri dimulai dengan pembukaan pada tanggal 2 Oktober 2021 dan direncanakan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Dan sepanjang bulan Oktober 2021 akan ada berbagai macam acara, tanggal 7-10 babak penyisihan, semifinal, dan final Cerdas Cermat Rohani Anak dan Remaja; tanggal 15-16 Lomba Tutur Kitab Suci; IG live pada tanggal 6, 13, 20; dan webinar pada tanggal 27.

Semua acara tersebut akan disiarkan baik secara live maupun tunda di media sosial dan saluran Youtube LP3KN, PESPARANI Katolik.

Beberapa tokoh Umat Katolik seperti Ignasius Jonan, Komjen Pol (Purn) Gories Mere, Purnomo Yusgiantoro, Mari Elka Pangestu juga akan menghadiri beberapa sesi dari rangkaian acara tersebut.

Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri dan didukung oleh Wakil Presiden dan beberapa menteri, seperti Menko Maritim dan Investasi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Keratif, Menteri hokum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, Meteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kesehatan, dan tentu Menteri Agama.

KVKI ditutup pada 28 Oktober 2021 oleh Wapres RI, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

Hal ini untuk menunjukkan bahwa KVKI bukan hanya kegitan keagamaan saja tetapi juga kegiatan untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan kecintaan kepada tanah air, Indonesia.

Seperti Khotbah Mgr. Ignasius Kardinal Suharyo pada pembukaan PESPARANI I di Ambon 2018 lalu, bahwa pelaksanaan PESPARANI dalam hal ini KVKI bertepatan dengan ulang tahun Sumpah Pemuda.

Ia mengajak para peserta dan masyarakat untuk merenungkan semangat Sumpah Pemuda sebagai bekal merawat dan menyiangi persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Kardinal Suharyo juga mengatakan pada pembukaan PESPARANI I tahun 2018 di Ambon, bahwa sidang yang berakhir dengan Sumpah Pemuda itu dilaksanakan di Kompleks Katedral Jakarta.

“Sabtu sore, 27 Oktober 1928 sidang pertama dilakukan di gedung Pemuda Katolik, yang sekarang terletak di areal Katedral Jakarta. Dan akhirnya sidang itu ditutup pada Minggu malam, 28 Oktober 1928 di gedung yang sekarang disebut Gedung Sumpah Pemuda,”

Harapannya, KVKI bisa menjadi suatu momen inovasi berkarya bagi LP3KD sekaligus menggelorakan kembali rasa cinta tanah air dan menjadi sumbangsih penghiburan bagi masyarakat Indonesia dimanapun berada.