Siap Rights Issue 282,7 Juta Saham, BINA Patok Harga Rp4.380/Lembar

Rencana rights issue telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa pada 16 Juni 2021
Ilustrasi/PT Bank Ina Perdana Tbk

JAKARTA-PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berharap bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Oktober 2021 terkait rencana Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

Berdasarkan prospektus BINA yang dipublikasi di Jakarta, Kamis (16/9), perseroan berencana melakukan Penambahan Modal dengan HMETD sebanyak-banyaknya 282.718.750 saham biasa atas nama, dengan nilai nomial Rp100 per saham.

Jumlah Saham Baru yang ditawarkan melalui PUT III tersebut setara dengan 4,76 persen dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum.

Adapun harga pelaksanaan ditetapkan sekitar Rp4.200-Rp4.380 per saham, sehingga BINA bisa meraup dana berkisar Rp1,19 triliun-Rp1,24 triliun.

Baca :  Bank OCBC NISP Lakukan Rights Issue VII

Setiap pemegang 20 Saham Lama yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) BINA pada 8 November 2021 pukul 16.00 WIB, berhak atas satu HMETD.

Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu Saham Baru sesuai dengan harga pelaksanaan.

Rencana rights issue telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa pada 16 Juni 2021.

Manajemen BINA berharap bisa mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 27 Oktober 2021, sehingga cum-HMETD di pasar regular dan pasar negosiasi pada 4 November 2021, serta di pasar tunai pada 8 November 2021.

Sementara itu, tanggal distribusi HMETD diharapkan bisa terlaksana pada 9 November 2021, maka pencatatan di BEI diperkirakan dapat dilakukan pada 10 November 2021.

Baca :  TPMA Siap Tebar Dividen Sebanyak 51 Persen Dari Laba 2019

PT Indolife Pensiontama sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) telah menyatakan akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PUT III.

Namun, apabila saham yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya dialokasikan secara proporsional kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya.

Rencananya, dana hasil rights issue ini —setelah dikurangi biaya-biaya terkait PUT III— akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja BINA, seperti untuk pelaksanaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha yang sesuai dengan strategi perseroan dalam penerapan digitalisasi di proses bisnis Bank Ina.