Siap Rilis Obligasi dan Sukuk Rp4 Triliun, INKP Tawarkan Bunga Hingga 10%

Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I-2021 senilai maksimal Rp3 triliun, surat utang ini akan terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A bertenor 370 Hari Kalender, Seri B bertenor tiga tahun dan Seri C bertenor lima tahun.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

JAKARTA-PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) bersiap untuk melakukan penawaran umum pada 27 September 2021 atau Obligasi Berkelanjutan II Tahap I-2021 sebanyak-banyaknya Rp3 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I-2021 maksimal Rp1 triliun, dengan tingkat bunga sekitar 6,75-10 persen.

Berdasarkan Prospektus Ringkas (Tambahan/Perbaikan) yang dipublikasi INKP di Jakarta, Jumat (24/9), target penghimpunan dana dari rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II adalah sebesar Rp7 triliun.

Sedangkan, target penghimpunan dana dari rencana penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I adalah sebesar Rp3 triliun. Sehingga, total target dari rencana penerbitan obligasi dan sukuk tersebut mencapai Rp10 triliun.

Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I-2021 senilai maksimal Rp3 triliun, surat utang ini akan terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A senilai Rp1,5 triliun bertenor 370 Hari Kalender dengan tingkat bunga 6,75 persen, Seri B senilai Rp1,5 triliun bertenor tiga tahun dengan bunga 9,25 persen dan Seri C senilai Rp450 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 10 persen.

Baca :  Kelola Dana Haji, BPKH Incar Sukuk Korporasi Berperingkat Triple A

Demikian pula dengan rencana penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I-2021 senilai maksimal Rp1 triliun yang terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A senilai Rp500 miliar bertenor 370 Hari Kalender dengan indikasi bagi hasil 6,75 persen, Seri B senilai Rp449,25 miliar bertenor tiga tahun dengan indikasi bagi hasil 9,25 persen dan Seri C senilai Rp50,75 miliar bertenor lima tahun dengan indikasi bagi hasil sebesar 10 persen.

Pada aksi korporasi ini, manajemen INKP menunjuk enam penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk, yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas (terafiliasi) dan PT Sucor Sekuritas. Adapun bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP).

Baca :  BI Rilis Indeks Literasi Ekonomi Syariah

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menetapkan peringkat atas Obligasi Berkelanjutan II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I, masing-masing di level idA+ (Single A Plus) dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah).

Pada rencana penerbitan obligasi dan sukuk ini, kemarin (23/9) INKP telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sehingga, masa penawaran umum bisa dilaksanakan pada 27 September 2021. Sebelumnya, INKP memperkirakan bahwa penawaran umum bisa dilakukan pada 17-20 September 2021.

Adapun tanggal penjatahan direncanakan pada 28 September 2021 dan tanggal distribusi obligasi maupun sukuk ini diharapkan bisa dilakukan pada 30 September 2021.

Sehingga, INKP berharap obligasi dan sukuk sudah bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Oktober 2021 atau lebih lambat dari perkiraan sebelumnya pada 27 September 2021.

Baca :  OJK: 68 Emiten di Pipeline Penawaran Umum Dengan Nilai Rp40,54 Triliun

Rencananya, sebesar 60 persen dari dana hasil penerbitan obligasi —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk membayar utang INKP, sedangkan sisanya untuk modal kerja perseroan.

Sementara itu, dana hasil penerbitan sukuk mudharabah juga akan digunakan untuk membayar utang INKP sebesar 60 persen dan sisanya untuk modal kerja perseroan.