Data Transaksi BEI Tiga Bulan Terakhir Cerminkan Pemulihan Ekonomi RI

data positif perdagangan di BEI juga ditunjukkan oleh frekuensi transaksi yang meningkat menjadi 1,2 juta transaksi per hari
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi

JAKARTA-Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menilai, peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa dalam tiga bulan terakhir telah mencerminkan adanya tren pemulihan ekonomi Indonesia yang sebelumnya mengalami kontraksi akibat kondisi pandemi Covid-19.

“Kami mencatat tingginya aktivitas transaksi dan ini merupakan rekor terbaru sejak swastanisasi BEI di 1992. Di antaranya adalah rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang mencapai lebih dari Rp13 triliun atau melonjak dua kali lipat dalam lima tahun terakhir,” kata Inarno di Jakarta, Kamis (14/10).

Selain itu, lanjut Inarno, data positif perdagangan di BEI juga ditunjukkan oleh frekuensi transaksi yang meningkat menjadi 1,2 juta transaksi per hari.

“Ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asean dalam tiga tahun terakhir,” imbuhnya.

Baca :  Kuartal Pertama, Laba Bersih DGNS Meroket 1.287,42% Jadi Rp21,7 Miliar

Dia mengatakan, perbaikan angka rata-rata frekuensi transaksi harian tersebut juga diikuti oleh peningkatan volume perdagangan di BEI yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham per hari.

Selain itu, ungkap Inarno, tren pemulihan ekonomi nasional juga bisa tercermin dari jumlah investor baru (single investor identification/SID) yang mengalami peningkatan dalam delapan bulan terakhir.

“Dan ini telah mencapai rekor baru, yaitu sebanyak satu juta investor baru untuk instrumen saham,” ucapnya.

Dia meyakini, saat ini antusias masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal masih sangat tinggi.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 30 September 2021 jumlah investor di pasar modal mencapai 6,4 juta SID, termasuk di dalamnya adalah investor saham yang sebanyak 2,9 juta SID.

Baca :  Siap Melantai di BEI, PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk Lepas 807 Juta Saham

“Per 30 September 2021, jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI juga mengalami peningkatan menjadi 750 Perusahaan Tercatat, dengan penambahan baru sebanyak 38 listed company (sebanyak 32 perusahan merupakan emiten baru di instrumen saham),” papar Inarno.