Harga Saham Naik Tak Wajar, BEI Soroti Pola Transaksi PANI dan FITT

Bursa juga telah mengumumkan UMA atas perdagangan saham PANI pada 19 Juli 2021
Ilustrasi

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sedang memantau perkembangan pola transaksi saham Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), karena pada perdagangan sebelumnya mengalami kenaikan harga secara tidak wajar.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PANI dan FITT yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA),” demikian disebutkan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam Pengumuman Bursa di Jakarta, Rabu (13/10).

Namun, kata Lidia, pengumuman UMA tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Sebelumnya, Bursa juga telah mengumumkan UMA atas perdagangan saham PANI pada 19 Juli 2021.

Baca :  BEI: Jumlah Investor Saham di 2020 Tumbuh 53,47%

Informasi terakhir mengenai PANI adalah informasi pada 11 Oktober 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Sementara itu, informasi terakhir mengenai FITT adalah informasi pada 12 Oktober 2021 yang juga dipublikasikan melalui website Bursa, terkait dengan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

“Sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham PANI dan FITT tersebut, perlu kami sampaikan bahwa saat ini Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi kedua saham ini,” kata Lidia.

Lebih lanjut dia mengatakan, BEI berharap agar para investor memperhatikan jawaban dari PANI dan FITT atas permintaan konfirmasi dari Bursa, serta perlu mencermati kinerja perusahaan ini dalam setiap keterbukaan informasinya.

Baca :  Utang Jatuh Tempo TKIM Berdenominasi Dolar Capai USD50,43 Juta

Selain itu, para investor juga diharapkan untuk kembali mengaji rencana corporate action kedua emiten tersebut, apabila rencananya itu belum mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Lidia menambahkan, para investor juga perlu untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi pada saham PANI dan FITT.