Hari ini Saham BBCA Hasil Stock Split Resmi Diperdagangkan

Hari ini Saham BBCA Hasil Stock Split Resmi Diperdagangkan
Ilustrasi

JAKARTA-Setelah mendapatkan persetujuan jadwal stock split dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara resmi diperdagangkan dengan harga baru sesuai dengan rasio stock split 1:5 atau senilai Rp7.325 pada pembukaan perdagangan hari ini.

Menurut Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja dalam siaran pers yang dilansir di Jakarta, Rabu (13/10), nilai nominal saham BBCA sebelum stock split adalah Rp62,5 per lembar, sedangkan nilai nominal pasca stock split menjadi Rp12,5 per saham.

Kemarin (12/10) merupakan hari bursa terakhir saham BBCA diperdagangkan dengan nilai nominal lama di pasar regular dan pasar negosiasi.

Selanjutnya, pada hari ini harga BBCA dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan di pasar regular dan pasar negosiasi.

Baca :  Harga BBCA Hasil Stock Split Bakal Ditransaksikan Mulai 13 Oktober 2021

“Sebagai informasi, harga saham BBCA pada saat siaran pers ini dikeluarkan berkisar Rp7.320 per saham atau setara dengan Rp36.600 per saham sebelum stock split,” demikian disebutkan dalam keterangan resmi BBCA.

Pada perdagangan kemarin, harga BBCA ditutup menguat ke level Rp36.600 dari harga pembukaan di posisi Rp36.275.

Harga BBCA sejak akhir September tahun ini berada dalam tren menguat. Pada 28 September 2021, harga saham masih berada di level Rp32.600.

“Dengan harga baru (Rp7.325) yang mulai diperdagangkan hari ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari investor, terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal,” papar Jahja.

Baca :  Selain Bagi Dividen Rp25/Saham, RUPS HEAL Setujui Rencana Stock Split

Jahja mengaku, perseroan berkomitmen untuk selalu menjaga soliditas fundamental BCA melalui pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan, sehingga memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

Saham hasil stock split akan didistribusikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada pemegang saham pada 15 Oktober 2021.

Keputusan BBCA untuk melakukan pemecahan harga saham tersebut didasarkan pada perkembangan pasar modal, terutama karena tingginya minat investor ritel termasuk para investor muda untuk berinvestasi di pasar modal.