Indonesia dan Jepang Teken Lima MoU Senilai USD 1,61 Juta

Penandatanganan lima nota kesepahaman senilai USD 1,61 juta tersebut meliputi produk kacang, ayam olahan, produk perikanan, makanan halal, produk pertanian, dan furnitur antik

JAKARTA-Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil memfasilitasi penandatanganan lima nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang asal Jepang dengan nilai USD 1,61 juta.

Penandatanganan yang disaksikan secara daring oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dilakukan pada gelaran Trade Expo Indonesia-Digital Edition (TEI-DE) 2021.

“Penandatanganan lima nota kesepahaman senilai USD 1,61 juta tersebut meliputi produk kacang, ayam olahan, produk perikanan, makanan halal, produk pertanian, dan furnitur antik. Diharapkan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang terus berkembang dan saling menguntungkan,” ujar Didi usai penandatangan secara daring di Jakarta, Jumat (22/10).

Didi juga menyampaikan, apresiasi setinggi-setingginya bagi pelaku usaha Indonesia dan mitra asal Jepang yang tetap gigih dan berupaya keras untuk melakukan ekspansi bisnis di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.

Baca :  Sektor Makanan Halal Motor Penggerak Ekonomi Syariah

Didi juga meminta pelaku usaha Jepang untuk mengunjungi platform TEI-DE ke-36 2021 guna mengeksplorasi produk yang dapat diterima di pasar Jepang.

Secara daring, TEI berlangsung hingga 4 November 2021, sementara showcase-nya berlangsung hingga 22 Desember 2021.

Didi menegaskan, nilai penandatanganan MoU pada TEI-DE ke-36 hingga hari kedua yaitu sebesar USD 802,18 juta.

“Nilai ini diperoleh dari penandatanganan MoU di hari pertama sebesar USD 800,57 juta dan hari kedua sebesar USD 1,61 juta. Nilai ini tentunya akan terus bertambah,” tandas Didi.

Penandatanganan juga disaksikan Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo Tri Purnajaya, Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono, dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dicky Farabi secara daring.

Baca :  Dua Minggu Sesi Interaktif TEI-DE Catat Total Transaksi Rp57,1 Triliun