Ini Penjelasan ZBRA Terkait Kenaikan Penjualan Hingga 30.000%

kinerja positif pada laporan keuangan ZBRA juga tercermin dari total ekuitas per 30 September 2021 yang mencapai Rp1,36 triliun dari sebelumnya per 31 Desember 2020 mencatatkan ekuitas minus (defisiensi modal) Rp10,7 miliar
Direktur Zebra Nusantara, Gary Tanoesoedibjo

JAKARTA-PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) mengklaim keberhasilan perseroan dalam melakukan transformasi bisnis telah mendorong peningkatan penjualan per Kuartal III-2021 sebesar 30.000 persen (year-on-year) menjadi Rp2,74 triliun.

Hal itu disampaikan Direktur ZBRA, Gary Tanoesoedibjo dalam siaran pers yang dilansir di Jakarta, Selasa (261/10).

Selain itu, kata dia, kinerja positif pada laporan keuangan ZBRA juga tercermin dari total ekuitas per 30 September 2021 yang mencapai Rp1,36 triliun dari sebelumnya per 31 Desember 2020 mencatatkan ekuitas minus (defisiensi modal) Rp10,7 miliar.

Gary mengungkapkan, peningkatan penjualan hingga 30.000 persen dan perubahan nilai ekuitas tersebut tidak terlepas dari upaya transformasi bisnis yang dilakukan ZBRA.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya ZBRA melakukan rights issue untuk mengakuisisi PT Dos Ni Roha (DNR) dalam bentuk inbreng senilai Rp1,08 triliun.

Baca :  Integrasikan Bisnis di Sektor Logistik, ZBRA Rangkul LG Group

“Sangat signifikan memang peningkatan penjualannya. Ini mencerminkan transformasi ZBRA, dan adanya DNR yang berada dibawah naungan ZBRA, berhasil membuatnya menjadi lebih berkembang. Ekuitas dari negatif menjadi positif adalah bukti nyata perkembangan bisnis,” papar Gary.

Lebih lanjut Gary menyampaikan, masuknya DNR ke dalam proses transformasi bisnis ZBRA menjadikan perseroan mampu untuk melakukan modernisasi distribusi yang terintegrasi secara digital di sektor layanan logistik.

Dia mengatakan, dengan jaringan gudang sebanyak 32 cabang, 12 sub-cabang dan tujuh 4PL warehouses, semakin menguatkan kegiatan distribusi logistik secara lengkap dan cepat hingga ke wilayah pelosok.

“Jaringan distribusi logistik kami lengkap dan telah terintegrasi dengan kecanggihan sistem logistik yang dapat menghadirkan layanan logistik yang modern. DNR telah mengimplementasikannya di berbagai project strategis bersama dengan berbagai partner bisnis kami,” tutur Gary.

Baca :  Integrasikan Bisnis di Sektor Logistik, ZBRA Rangkul LG Group

Dia mencontohkan, sebelumnya DNR turut berperan dalam pengiriman bantuan sosial berupa beras di masa PPKM untuk program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) 2021 di 15 provinsi yang dilakukan bersama Kementerian Sosial dan Perum Bulog.

Peran DNR ini merupakan tahun kedua sebagai transporter pengirimam bantuan beras ke berbagai kota.

“Transformasi inilah yang membuat ZBRA semakin melangkah maju untuk menghadirkan berbagai layanan distribusi logistik yang modern, serta terintegrasi dan konsisten untuk mengembangkan proyeksi ekspansi bisnis ke arah yang lebih strategis ke depannya,” kata Gary