Laba Bersih PTBA Melonjak Jadi Rp4,77 Triliun

saham treasuri yang dialihkan tersebut merupakan saham hasil pembelian kembali (buyback) selama periode 2 September 2015-1 Desember 2015, dengan total realisasi buyback sebanyak 330.296.000 saham.
PT Bukit Asam (Persero) Tbk

JAKARTA-Jumlah laba bersih PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat mencapai Rp4,77 triliun atau melonjak dibandingkan dengan perolehan di periode yang sama 2020 senilai Rp1Rp1,73 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan PTBA yang dilansir di Jakarta, Senin (25/10), pada periode yang berakhir 30 September 2021 jumlah pendapatan perseroan sebesar Rp19,38 triliun atau jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp12,85 triliun.

Seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, total beban pokok pendapatan PTBA hingga akhir Kuartal III-2021 tercatat meningkat menjadi Rp11,13 triliun dari Rp9,33 triliun pada periode yang sama di 2020.

Sehingga, laba bruto PTBA selama sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp8,25 triliun.

Baca :  PTBA Lepas Saham Treasuri Seharga Rp2.280 Per Lembar

Adapun laba usaha per September 2021 tercatat Rp6,32 triliun atau meningkat signifikan dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp1,83 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak yang dicatatkan PTBA per Kuartal III-2021 sebesar Rp6,45 triliun atau lebih besar dibanding per Kuartal III-2020 yang hanya senilai Rp2,35 triliun.

Dengan jumlah beban pajak per Kuartal III-2021 yang sebesar Rp1,59 triliun, maka laba periode berjalan yang dicatatkan PTBA menjadi senilai Rp4,85 triliun.

Sedangkan, besaran laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per akhir September 2021 senilai Rp4,77 triliun.

Per 30 September 2021, total liabilitas PTBA tercatat membengkak menjadi Rp11,17 triliun dibanding posisi per 31 Desember 2021 sebesar Rp7,12 triliun.

Baca :  PTBA Siap Ekspor Karbon Aktif ke Australia Sebanyak 12 Ribu Ton Per Tahun

Namun di sisi lain, total ekuitas perseroan hingga akhir Kuartal III-2021 tercatat melonjak menjadi Rp21,02 triliun dari Rp16,94 triliun per akhir Desember 2020.