Mandiri Investasi: KIK-EBA Mandiri GIAA01 Tak Mampu Bayar Hasil Investasi

ketidakmampuan KIK-EBA Mandiri GIAA01 untuk membayar hasil investasi kepada para investor tersebut dikarenakan belum diterimanya pendapatan penjualan tiket dari collection agent
Photo dok Kontan

JAKARTA-PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menginformasikan bahwa Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri GIAA01 tidak mampu untuk membayar pembagian hasil investasi EBA Kelas A yang seharusnya dibayarkan pada hari ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi Mandiri Investasi yang dikutip Rabu (27/10), ketidakmampuan KIK-EBA Mandiri GIAA01 untuk membayar hasil investasi kepada para investor tersebut dikarenakan belum diterimanya pendapatan penjualan tiket dari collection agent.

“Belum adanya penerimaan endapatan penjualan tiket tersebut menyebabkan ketidakmampuan KIK-EBA Mandiri GIAA01 untuk membayar pembagian hasil investasi EBA Kelas A KIK-EBA GIAA01 yang jatuh pada 27 Oktober 2021,” demikian disebutkan Direksi Mandiri Investasi.

Berdasarkan informasi mutasi rekening KIK-EBA Mandiri GIAA01 dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) selaku bank kustodian per 25 Oktober 2021, KIK-EBA Mandiri GIAA01 belum memperoleh penyerahan pendapatan penjualan tiket dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Baca :  Citibank Indonesia dan Mandiri Investasi Teken MoU Wealth Management

Seharusnya, KIK-EBA Mandiri GIAA01 sudah menerima dana sejumlah total Rp26,55 miliar pada 22 Oktober 2021.

Sebagaimana diketahui, Mandiri Investasi dan GIAA meluncurkan KIK-EBA Mandiri GIAA01 senilai Rp 2 triliun pada 2018 yang terbagi menjadi dua kelas, yakni Kelas A dan Kelas B.

Adapun KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas A senilai Rp1,8 triliun memiliki imbal hasil sebesar 9,75 persen per tahun bertenor lima tahun.

Sedangkan, Kelas B senilai Rp200 miliar dilakukan melalui penawaran terbatas dengan tenor sejenis dan tingkat imbal hasil yang tidak tetap.