Pefindo Beri Rating Triple A Obligasi BBRI yang Jatuh Tempo Akhir 2021

Pefindo memberikan peringkat idA kepada ERAA, dengan outlook untuk peringkat perusahaan di level 'Stabil'. Peringkat ini berlaku hingga 1 September 2022.
ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAAA (Triple A) untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I-2016 Seri C yang diterbitkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp193 miliar.

Menurut analis Pefindo, Danan Dito dalam siaran pers yang dikutip, Selasa (5/10), penetapan peringkat idAAA terhadap obligasi BBRI tersebut, karena bank pelat merah ini memiliki aset likuid dalam bentuk penempatan di Bank Indonesia (BI) dan bank-bank lain mencapai Rp149,6 triliun per akhir Juni 2021.

Dia menyebutkan, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I-2016 Seri C yang diterbitkan BBRI tersebut akan jatuh tempo pada 1 Desember 2021.

Adapun periode pemeringkatan ini berlaku selama kurun 30 September-1 Desember 2021. Pefindo menetapkan prospek peringkat BBRI di level ‘Stabil’.

Baca :  Pefindo Kembali Pangkas Rating MDLN Jadi CreditWatch Berimplikasi Negatif

Danan menjelaskan, Efek utang berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo.

“Kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas Efek utang tersebut adalah superior, jika dibandingkan dengan obligor lain di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Danan menyampaikan, BBRI merupakan bank komersial milik pemerintah, yang berfokus pada kredit mikro, kecil dan menengah.

BRI memiliki 61.582 karyawan (induk perusahaan saja) yang beroperasi di dalam jaringan BBRI sebanyak 9.182 outlet. Per 30 Juni 2021, kepemilikan pemerintah di BBRI sebesar 56,75 persen, sedangkan selebihnya adalah masyarakat.