Pefindo Tetapkan Rating ERAA di Level Single A dengan Outlook Stabil

Pefindo memberikan peringkat idA kepada ERAA, dengan outlook untuk peringkat perusahaan di level 'Stabil'. Peringkat ini berlaku hingga 1 September 2022.
ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) di level idA (Single A) dengan prospek ‘Stabil’.

Peringkat ini dibatasi oleh profil keuangan perusahaan yang moderat dan persaingan ketat di industri.

Menurut analis Pefindo, Ayuningtyas Nur Paramitasari dalam laporan yang dikutip Kamis (7/10), Pefindo memberikan peringkat idA kepada ERAA, dengan outlook untuk peringkat perusahaan di level ‘Stabil’.

Peringkat ini berlaku hingga 1 September 2022.

“Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang,” ujar Ayuningtyas.

Namun, kemampuan obligor akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Baca :  Pefindo Tetapkan Rating BRPT di Level idA dengan Outlook Negatif

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar ERAA yang kuat pada bisnis ritel dan distribusi telepon selular maupun tablet, jaringan ritel dan distribusi yang luas, serta portofolio bisnis yang terdiversifikasi.

“Peringkat dibatasi oleh profil keuangan perusahaan yang moderat dan persaingan yang ketat di industri. Kami menilai dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja usaha ERAA tergolong terkendali, tercermin dari nilai pendapatan yang hanya sedikit menurun pada awal masa pandemi di Semester I-2020 dibandingkan periode yang sama di 2019. Tetapi, sudah menunjukkan pemulihan di semester-semester berikutnya,” tutur Ayuningtyas.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, peringkat ERAA dapat diturunkan, jika terdapat pemburukan kinerja bisnis dan proteksi arus kas yang melemah akibat adanya perubahan signifikan pada biaya operasional.

Baca :  Laba Bersih ERAA di Kuartal I-2021 Meningkat Jadi Rp278,2 Miliar

Selain itu, apabila nilai utang lebih tinggi dari proyeksi, tanpa dikompensasi oleh kinerja bisnis yang lebih kuat.

Tetapi, kata Ayuningtyas, peringkat bisa dinaikkan jika ERAA secara signifikan memperkuat bisnisnya, sebagaimana tercermin dari peningkatan pendapatan, serta EBITDA lebih tinggi dari yang diproyeksikan.

“Hal ini juga harus disertai dengan peningkatan signifikan pada struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara berkelanjutan,” ucapnya.