Perkuat Struktur Modal, BANK Siap Rights Issue 2 Miliar Saham

saham rights issue sebanyak dua miliar lembar tersebut bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 13,12 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh BANK setelah PM-HMETD I
Ilustrasi/Bank Aladin Syariah

JAKARTA-PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) berencana melakukan penawaran umum untuk Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I) sebanyak-banyaknya dua miliar lembar saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bank yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (15/10), saham rights issue sebanyak dua miliar lembar tersebut bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 13,12 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh BANK setelah PM-HMETD I.

Namun, manajemen BANK belum bisa menyamapkan besaran harga pelaksanaan PM-HMETD.

Selain itu, perseroan juga belum bisa menginformasikan terkait batasan jumlah Saham Lama yang bisa ditukarkan dengan satu HMETD.

Sebagaimana diketahui, setiap satu HMETD memberikan hak kepada investor untuk membeli satu Saham Baru.

Rencananya, seluruh dana hasil rights issue ini —setelah dikurangi biaya-biaya penawaran umum— akan dimanfaatkan oleh BANK untuk memperkuat struktur permodalan dan akan digunakan untuk meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha Bank Aladin.

Manajemen BANK berharap rencana rights issue bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 November 2021, sehingga tanggal terakhir pencatatan (recording date) akan ditetapkan pada 7 Desember 2021.

Maka, perseroan berharap pencatatan saham di BEI bisa dilakukan pada 9 Desember 2021 dan diperdagangkan selama kurun 9-16 Desember 2021.

Perlu diketahui, PT Aladin Global Ventures merupakan pemegang saham utama BANK dengan jumlah kepemilikan mencapai 7.988.245.746 saham atau mewakili 60,33 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Bank Aladin.