Pertamina Mampu Tajak 47 Sumur Migas di Blok Rokan

Dari target 45 sumur tajak untuk periode Agustus-September 2021, kami mampu menyelesaikan 47 sumur tajak
PT Pertamina Hulu Rokan

JAKARTA-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil melakukan tajak 47 sumur di Blok Rokan, Provinsi Riau, melampaui target jumlah pengeboran sumur dalam dua bulan terakhir pascaalih kelola.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tajak adalah kegiatan awal membuat lubang sumur.

“Dari target 45 sumur tajak untuk periode Agustus-September 2021, kami mampu menyelesaikan 47 sumur tajak,” kata Direktur Utama PHR, Jaffee Arizon Suardin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/10/2021).

Jaffe menuturkan  pihaknya telah mengoperasikan 16 rig pengeboran, dan akan terus menambah jumlahnya guna mendukung program kerja masif serta agresif.

Menurutnya, pencapaian itu berkat komitmen dan kerja keras seluruh pekerja di Blok Rokan dengan semangat satu tim untuk meningkatkan produksi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan.

Baca :  PEPC Raih Penghargaan Dari Project Financing International

Selain melampaui target pengeboran periode Agustus-September 2021, Pertamina juga berhasil memperpendek waktu pengeboran hingga produksi awal dihasilkan atau put on production(POP).

Dari sebelumnya sekitar 22 hingga 30 hari, kini menjadi sekitar 15 hari untuk area operasi Sumatra Light Oil (SLO) atau sumur-sumur penghasil jenis minyak ringan.

Pertamina melakukan beberapa terobosan, di antaranya, tim pengeboran melakukan beberapa kegiatan secara paralel, meningkatkan keandalan peralatan pengeboran, dan menyusun perencanaan yang matang untuk pemenuhan sumber daya agar menghindari terjadinya waktu menunggu servis atau material.

“Kami berupaya menciptakan ekosistem yang dapat mendukung upaya peningkatan produksi. Tahun depan, target pengeboran meningkat menjadi 500 sumur,” ujar Jeffe.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menargetkan pengeboran 161 sumur di Blok Rokan di Provinsi Riau, sejak alih kelola pada 9 Agustus 2021 hingga akhir tahun ini.

 

Baca :  NOC Negara-negara ASEAN Komit Perkuat Konektivitas Energi

Wakil Presiden Urusan Perusahaan PT PHR Wilayah Kerja (WK) atau Blok Rokan, Sulamto Tamrin , mengatakan rencana kerja agresif tersebut bertujuan meningkatkan produksi WK Rokan untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah, dan mendukung ketahanan energi nasional.