Saham PANI Kena Sanksi Suspensi, BHAT Masuk Daftar UMA

Untuk target pencatatan Efek baru di 2022 adalah sebanyak 68 Efek, yang terdiri dari pencatatan saham, obligasi baru dan pencatatan efek lainnya yang meliputi ETF
Ilustrasi

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk memberikan sanksi penghentian sementara (suspensi) terhadap perdagangan saham PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI), sedangkan saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) masuk ke dalam radar pemantauan Bursa.

Berdasarkan Pengumuman Bursa yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, sanksi kepada emiten tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga yang tidak wajar dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PANI, maka dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PANI,” ujar Lidia dalam pengumuman yang dikutip Kamis (14/10).

Dia menyebutkan, pemberian sanski suspensi terhadap transaksi PANI ini berlaku di pasar regular maupun pasar tunai mulai pembukaan Sesi I perdagangan hari ini.

Baca :  BEI Kembali Beri Sanksi Suspensi Atas Transaksi PANI

Tujuan dari penerapan sanksi suspensi, agar para investor mempunyai waktu yang memadai dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi pada saham PANI.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PANI,” ucap Lidia.

Sementara itu, kata Lidia, saat ini BEI sedang memantau perkembangan pola transaksi saham BHAT yang juga mengalami kenaikan secara tidak wajar.

“Kami menginformasikan adanya indikasi pola transaksi tidak wajar pada saham BHAT yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Namun, jelas dia, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Adapun informasi terakhir mengenai BHAT adalah informasi pada 11 Oktober 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Baca :  Harga Saham Naik Tak Wajar, BEI Soroti Pola Transaksi PANI dan FITT

Sebagai informasi, sebelumnya BEI juga pernah mengumumkan UMA BHAT pada 20 Mei 2021.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BHAT tersebut, perlu kami sampaikan bahwa saat ini Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tegas Lidia.

Lebih lanjut dia mengatakan, BEI berharap agar para investor memperhatikan jawaban dari BHAT atas permintaan konfirmasi dari Bursa, serta perlu mencermati kinerja perusahaan ini dalam setiap keterbukaan informasinya.

Selain itu, para investor juga diharapkan untuk kembali mengaji rencana corporate action emiten tersebut, apabila rencananya itu belum mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Lidia menambahkan, para investor juga perlu untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi pada saham BHAT.

Baca :  BEI Beri Sanksi Suspensi Terhadap Perdagangan Saham WAPO dan PANI