Strategi Investasi Jelang Akhir Tahun

Perekonomian yang mulai menggeliat, didukung oleh faktor global dan domestik, membuka peluang yang besar bagi para investor untuk mendulang keuntungan
Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

Oleh: Krizia Maulana

Perekonomian yang mulai menggeliat, didukung oleh faktor global dan domestik, membuka peluang yang besar bagi para investor untuk mendulang keuntungan.

Jelang akhir tahun menjadi momen penting bagi para investor untuk mengatur kembali portofolio investasinya.

Simak strategi investasi jelang akhir tahun bersama Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Lakukan Evaluasi

Kuartal terakhir merupakan waktu bagi para investor untuk kembali melakukan evaluasi portofolio investasi. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, mengevaluasi perkembangan hasil investasi. Langkah berikutnya adalah mencari informasi mengenai outlook pasar finansial kedepannya, sehingga bisa melakukan penyesuaian komposisi portofolio.

Selanjutnya, mengevaluasi apakah komposisi portofolio saat ini masih sesuai dengan jangka waktu dan tujuan investasi yang ingin dicapai.

Setelah tiga langkah dalam mengevaluasi tersebut selesai dilakukan, kita memiliki basis atau dasar untuk melakukan rebalancing portofolio.

Baca :  Menyiapkan Dana Pendidikan Dalam Setahun

Pada proses evaluasi, investor harus memperhatikan apakah dana investasinya telah berkembang sesuai dengan harapan dan tujuan keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Atur Ulang Portofolio Investasi

Saat ini investor masih memiliki kesempatan untuk melakukan penyesuaian portofolio untuk memenuhi tujuan keuangannya. Seiring berjalannya waktu, perubahan dapat terjadi pada profil risiko, portofolio investasi, tujuan dan jangka waktu investasi.

Oleh karena itu perlu dilakukan rebalancing portofolio secara berkala untuk menjaga agar portofolio kita tidak menyimpang dari profil risiko, serta tujuan dan jangka waktu investasi.

Rebalancing portofolio sendiri bisa dilakukan dengan cara pemindahan (switching) antar kelas aset, ataupun penambahan dana baru secara berkala (dollar cost averaging).

Penting untuk selalu menyesuaikan pilihan produk investasi dengan profil risiko masing-masing investor.

Baca :  Atur Keuangan Rumah Tangga di Tengah Pandemi Corona

Bagi investor dengan profil risiko moderat yang ingin mengejar ketertinggalan, bisa memasukkan sedikit porsi saham sebagai booster untuk menggenjot imbal hasil pada portofolio.

Pilihan Investasi Yang Tepat di Akhir Tahun

Jelang akhir tahun, optimisme pemulihan aktivitas ekonomi menawarkan upside potential yang lebih tinggi di pasar saham.

Terdapat tiga katalis positif yang mendukung pasar saham.

Pertama, fundamental yang semakin baik diharapkan dapat memicu faktor sentimen untuk mengejar ketertinggalannya.

Kedua, optimisme pemulihan aktivitas domestik ditunjukkan oleh meningkatnya investasi baik dari investor lokal maupun asing.

Ketiga, kenaikan harga komoditas menjadi “positive surprise” pada perekonomian dan pasar finansial Indonesia.

Ketika perekonomian mulai positif, dan pasar saham menunjukkan potensi yang besar kedepannya, ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk menambah porsi kepemilikannya di reksa dana saham.

Baca :  Kapan Saatnya Diversifikasi Investasi ke Reksa Dana Saham?

Sebagai gambaran, reksa dana Manulife Saham Andalan (MSA) memberikan imbal hasil 1 tahun sebesar 74,79% pada periode akhir September 2020 hingga akhir September 2021, jauh melampaui tolok ukurnya (indeks IDX80) yang sebesar 21,05%.

Pada periode yang sama, reksa dana saham lainnya dari Manulife, yaitu Manulife Dana Saham (MDS) mampu memberikan imbal hasil 1 tahun sebesar 32,29%, melampui tolok ukurnya, indeks LQ45, yang sebesar 21,37%.

Peluang di pasar saham sangat menarik untuk dimanfaatkan oleh para investor untuk mewujudkan tujuan keuangannya.

Selalu sesuaikan dengan profil risiko dan lakukan diversifikasi untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal dengan hati yang tenang.

Penulis adalah Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) di Jakarta