Asian Exim Bank Forum Sebut Ekonomi Dunia Masuk Fase Pemulihan

ilustrasi

JAKARTA-Asian Exim Bank Forum (AEBF) yang terdiri dari lembaga-lembaga Exim Bank di kawasan Asia dan Oceania menganggap bahwa perekonomian global sudah memasuki fase pemulihan, sehingga AEBF akan terkonsentrasi pada upaya memperkuat kerjasama pasca terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Direktur Pelaksana III Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank), Agus Windiarto mengatakan, para pimpinan Exim Bank di kawasan Asia memiliki pandangan yang sama bahwa perekonomian dunia mulai menunjukkan perbaikan dan anggota AEBF akan memperkuat kerjasama.

“Indonesia Eximbank terlibat dalam beberapa program pemerintah, seperti Penjaminan Korporasi Pemerintah (Jaminah), program investasi pemerintah dan pembiayaan pada sektor strategis yang terdampak Covid-19. Selain itu, LPEI juga menerima penugasan khusus pemerintah untuk pengembangan sektor pariwisata, penugasan khusus kawasan, UKM, trade finance dan alat transportasi,” papar Agus di Jakarta, Rabu (24/11).

Baca :  Ragamkan Jenis Produk Ekspor, LPEI Kembali Bangun Desa Devisa

Sebagaimana diketahui, annual meeting 26th Asian Exim Bank Forum (AEBF) yang dilaksanakan secara virtual dan dihadiri oleh sebelas Exim Bank di kawasan Asia dan Oceania bersama dengan observer tetap, yaitu Asian Development Bank.

Kali ini Turk Eximbank menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan acara annual meeting.

Indonesia Eximbank turut hadir pada acara tersebut bersama dengan exim bank lain, yakni Export Finance Australia, China Eximbank, India Eximbank, Japan Bank for International Cooperation, The Export-Import Bank of Korea, EXIM Bank of Malaysia, Philippine Guarantee Corporation, Export-Import Bank of Thailand, Turk Eximbank dan Vietnam Development Bank.

Lebih lanjut Agus mengungkapkan, pertemuan tersebut menyoroti dampak Covid-19 terhadap arus perdagangan dan investasi di Asia.

Baca :  LPEI Jalin Kerja Sama Penjaminan Kredit Dengan BTN

Dalam pemaparannya, dia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melakukan beberapa langkah sebagai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang fokus pada lima aspek, yaitu kesehatan, social protection, program prioritas, dukungan pada pelaku usaha dan pemberian insentif bisnis.

Pada pertemuan tersebut, CEO Turk Eximbank, Ali Guney mengatakan, pelajaran penting yang dapat dipetik dari pandemi adalah pentingnya memperhatikan aspek sustainability, green finance, produk inovatif yang dapat mendukung pelaku usaha, serta pentingnya transformasi digital.

Sedangkan, Presiden China Eximbank, Wu Fulin menyatakan bahwa pertukaran informasi dan kolaborasi antar-exim bank perlu ditingkatkan dan pendekatan bisnis perlu diarahkan ke area yang ramah lingkungan.

Forum AEBF didirikan sebagai upaya membentuk kolaborasi bagi anggota exim bank dalam meningkatkan perdagangan dan investasi antarnegara anggota, regional maupun global.

Baca :  Pemerintah Dorong Perluasan Produk Ekspor UMKM

Berdirinya AEBF diawali oleh pertemuan pertama di India yang diprakarsai oleh Bank Ekspor-Impor India (Exim India) pada 1996, sedangkan LPEI bergabung menjadi anggota AEBF sejak 1999.

Kegiatan AEBF terdiri dari Technical Working Group Meeting (TWGM), Training Committee, CEOs Annual Meetings, Pelatihan/Capacity Building, dan kegiatan lain yang disepakati oleh anggota AEBF.

Pada tahun 2016 lalu, LPEI berkesempatan menjadi tuan rumah untuk Annual Meeting AEBF ke 22 yang diadakan di Bali.

“Kerjasama melalui AEBF ini membawa benefit bagi LPEI, karena dapat berkolaborasi dalam proyek bersama. Tahun ini, kami bekerja sama dengan Korea Eximbank untuk proyek pendanaan atas proyek-proyek kerjasama perdagangan dan investasi Korea dan Indonesia,” ungkap Agus.