BEI Beri Sanksi Suspensi Pada LPIN, Saham BCIP Masuk Daftar UMA

Perkuat Modal, MPPA Siap Private Placement Maksimal 752,91 Juta Saham
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk memberikan sanksi penghentian sementara (suspensi) terhadap perdagangan saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO).

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk memberikan sanksi penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), sedangkan pergerakan saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) yang juga mengalami kenaikan harga secara tidak wajar sedang berada dalam pemantauan.

Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam Pengumuman Bursa yang dilansir di Jakarta, Jumat (19/11), saat ini BEI memandang perlu untuk memberikan sanksi suspensi terhadap perdagangan LPIN, karena mengalami kenaikan harga kumulatif yang signifikan.

“Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan LPIN mulai perdagangan 19 November 2021,” sebut Lidia.

Dia mengatakan, sanksi suspensi itu berlaku di pasar regular dan pasar tunai yang bertujuan untuk memberikan waktu bagi para pelaku pasar dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan investasinya di saham LPIN.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan LPIN,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan Senin (8/11), harga LPIN masih berada di level Rp400 per saham, tetapi harganya mengalami lonjakan signifikan ke level Rp1.150 pada penutupan perdagangan kemarin.

Sementara itu, BEI juga mengumumkan bahwa saham BCIP sedang berada dalam pemantauan Bursa, akibat mengalami kenaikan harga secara tidak wajar.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham BCIP yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA),” jelasnya.

Namun, jelas Lidia, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa BCIP telah melanggar adanya peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BCIP tersebut, saat ini Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” katanya.

Lebih lanjut Lidia mengatakan, BEI berharap agar para investor memperhatikan jawaban dari BCIP atas permintaan konfirmasi dari Bursa, serta perlu mencermati kinerja perusahaan ini dalam setiap keterbukaan informasinya.

Selain itu, para investor juga diharapkan untuk kembali mengaji rencana corporate action emiten tersebut, apabila rencananya itu belum mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Lidia menambahkan, para investor juga perlu untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi pada saham BCIP.

Sebagaimana diketahui, pada penutupan perdagangan Senin (1/11) harga BCIP masih berada di level Rp61 per saham. Namun pada penutupan transaksi kemarin, harga saham sudah melambung ke posisi Rp132 per lembar.