IHSG Diprediksi Bergerak Variatif, Cermati Saham Rekomendasi Analis

saat ini candle shooting star terdeteksi pada chart harian IHSG dan kemungkinan menjadi indikasi bahwa laju indeks mendekati fase akhir dari rally wave [iii]
Ilustrasi

JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, diperkirakan bergerak variatif untuk mempertahankan posisi di zona hijau, setelah kemarin ditutup menguat sebesar 0,37 persen ke level 6.675.

Untuk perdagangan Kamis (18/11), IHSG kami perkirakan masih akan bergerak mixed, dengan resistance saat ini berada di level 6.672, sedangkan support berada di level 6.507,” demikian disebutkan Tim Riset PT Victoria Sekuritas Indonesia.

Pergerakan variatif pada IHSG tersebut disebabkan oleh sikap para pelaku pasar yang melakukan aksi wait and see menjelang pengumuman besaran suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7day Reverse Repo Rate) yang akan dipaparkan oleh Dewan Gubernur BI pada hari ini.

Baca :  BEI Rilis Aturan Permudah Pencatatan Perusahaan Pertambangan

“Pelaku pasar memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan tetap mempertahankan suku bunganya, sambil melihat perkembangan indikator ekonomi dan juga kebijakan moneter The Fed,” sebut Tim Riset Victoria Sekuritas.

Dengan demikian, Victoria Sekuritas merekomendasikan kepada para investor untuk mengakumulasi pembelian saham BDMN yang memiliki rentang support-resistance di level 2.420-2.670.

Sementara itu, Tim Riset PT Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa laju IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak fluktuatif dalam kecenderungan tertekan.

Adapun kisaran support-resistance yang dimiliki IHSG berada di level 6.580-6.660.

“Beragamnya penutupan indeks-indeks global dan sentimen negatif regional pada perdagangan Rabu (17/11), akan menekan IHSG di perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan fluktuatif di antara lower-bound 6.630-6.650 dan upper-bound 6.680-6.700,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas untuk perdagangan Kamis (18/11).

Baca :  Gerak IHSG Diprediksi Menguat Lagi, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Dari regional, salah satu sentimen yang akan mempegaruhi para pelaku pasar adalah perlambatan pertumbuhan machinery orders menjadi 12,5 (year-on-year) pada September dari sebesar 17 persen (y-o-y) di Agustus 2021.

Selain itu, adanya penurunan pertumbuhan nilai ekspor dan impor pada Oktober 2021 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Masih dari eksternal, pelaku pasar juga mewaspadai kecenderungan peningkatan kasus baru Covid-19, terutama di kawasan Eropa dalam sepekan terakhir.

“Faktor lain yang membuat para pelaku pasar cenderung wait and see adalah antisipasi dimulainya pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed pada akhir November 2021.

Terkait hal tersebut, menurut Phintraco Sekuritas, para pelaku pasar akan mencermati pidato petinggi The Fed dalam beberapa hari ke depan.

Baca :  Demand Rendah, Pemerintah Diminta Jangan Paksa OJK dan Bank Tumbuhkan Kredit

Kenaikan inflasi di Euro Zone akan meningkatkan kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral Eropa (ECB).

Untuk itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan kepada para pelaku pasar untuk kembali mencermati saham-saham yang berpotensi rebound pada perdagangan hari ini, seperti JPFA, ADRO, MPPA, PTPP, ISSP dan FREN.