Kinerja WSKT Per Kuartal III Berbalik Raih Laba Bersih

PT Waskita Karya Tbk

JAKARTA-Kendati pendapatan usaha selama sembilan bulan pertama tahun ini melorot menjadi Rp7,12 triliun dari Rp11,74 triliun, namun per Kuartal III-2021 PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mampu membukukan laba bersih senilai Rp252,71 miliar dari sebelumnya mencatatkan rugi bersih Rp2,64 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Senin (22/11), perolehan laba bersih tersebut ditopang oleh kemampuan WSKT dalam menekan beban pokok pendapatan selama sembilan bulan pertama 2021 menjadi Rp6,85 triliun dari Rp10,97 triliun.

Sehingga, laba bruto WSKT per Kuartal III-2021 tercatat menjadi Rp276,91 miliar atau masih lebih rendah dibanding laba bruto per Kuartal III-2020 yang sebesar Rp768,63 miliar.

Tetapi, perseoan bisa membukukan laba sebelum pajak per Kuartal III-2021 sebesar Rp542,8 miliar dibandingkan dengan per Kuartal III-2020 yang mencatatkan rugi sebelum pajak mencapai Rp3,37 triliun.

Baca :  Pendapatan Anjlok, Laba Bersih PPRE di 2020 Hanya Senilai Rp58,57 Miliar

Dengan jumlah beban pajak penghasilan (neto) per kuartal ketiga tahun ini yang mencapai Rp397,77 miliar, maka laba periode berjalan WSKT menjadi Rp145,02 miliar.

Pada periode yang sama di 2020, perseroan mencatatkan rugi periode berjalan mencapai Rp3,38 triliun.

Namun, besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp252,71 miliar.

Sebagaimana diketahui, per Kuartal III-2021 WSKT mencatatkan rugi bersih mencapai Rp2,64 triliun.

Menurut Direktur Utama WSKT, Destiawan Soewardjono dalam siaran pers yang dilansir di Jakarta, Senin (221/11), hingga akhir September 2021 perseroan telah memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp12,01 triliun atau sebanding dengan 79,44 persen dari nilai kontrak baru sebelum kondisi pandemi Covid-19.

Baca :  Laba ADHI di Kuartal III Naik Jadi Rp17,02 Miliar

Pada Kuartal III-2021 saja, lanjut Destiawan, WSKT memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,89 triliun atau meningkat sebesar 94,3 persen (year-on-year).

“Perseroan menargetkan perolehan nilai kontrak baru pada 2021 sebesar Rp20,68 triliun dan sampai saat ini WSKT masih optimistis untuk dapat mencapai target tersebut”.

Per 30 September 2021, total liabilitas WSKT tercatat meningkat menjadi Rp89,93 triliun dibanding posisi per 31 Desember 2020 yang sebesar Rp89,01 triliun.

Sedangkan, total ekuitas justru menurun menjadi Rp15,75 triliun dari Rp16,58 triliun per akhir Desember 2020.