Melantai Perdana di BEI, Harga MTEL Malah Terperosok ke Zona Merah

Iustrasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk

JAKARTA-Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (1/11), saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) langsung bergerak menurun ke level Rp790 dari harga penawaran umum senilai Rp800 per saham.

Saham MTEL yang ditawarkan seharga Rp800 per lembar tersebut langsung anjlok ke level Rp790 per saham di awal Sesi I perdagangan hair ini, meski akhirnya cukup mampu berfluktuasi di kisaran Rp790-Rp850.

Selanjutnya tertahan di zona merah pada posisi Rp795, dengan volume transaksi sebanyak 3,5 juta lot.

Sehingga, nilai transaksi di awal perdagangan hari ini tercatat senilai Rp278,25 miliar.

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), emiten ke-41 di 2021 ini menawarkan saham kepada publik sebanyak 22.920.512.000 lembar bernilai nominal Rp228 per saham atau setara dengan 27,63 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Baca :  IPO, Bank Maspion Tawarkan 770 Juta Saham

Adapun harga penawaran saham sebesar Rp800 per saham, maka pada aksi korporasi ini perusahaan bidang jasa penyedia menara ini mampu meraup dana publik sebanyak Rp18,34 triiun.

Manajemen MTEL menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.

Sedangkan penjamin emisi Efek adalah PT HSBC Sekuritas Indonesia, PT JP Morgan Sekuritas Indonesia dan PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia.

Rencananya, sebesar 90 persen dari dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan sebagai belanja modal (capex), sedangkan sisanya untuk modal kerja.