Melantai Perdana di BEI, Saham BINO dan DEPO Bermain di Zona Hijau

Untuk target pencatatan Efek baru di 2022 adalah sebanyak 68 Efek, yang terdiri dari pencatatan saham, obligasi baru dan pencatatan efek lainnya yang meliputi ETF
Ilustrasi

JAKARTA-Harga saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) dan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (25/11), bermain di teritori positif, meski DEPO sempat terperosok ke zona merah di awal transaksi.

Saham BINO yang ditawarkan seharga Rp 138 per lembar tersebut langsung mengalami kenaikan ke level Rp165 per saham, dengan volume transaksi sebanyak 1,1 juta lot. Sehingga, nilai transaksi di awal Sesi I perdagangan hari ini tercatat senilai Rp18,15 miliar.

Sedangkan, saham DEPO yang ditawarkan seharga Rp482 per lembar mampu menguat ke level Rp500 per saham, meski sempat merosot ke level terendah di posisi Rp470.

Baca :  DEPO dan BINO Incar Dana IPO Sebesar Rp553,6 Miliar

Volume transaksi di awal perdagangan tercatat sebanyak 612.058 lot, sehingga nilai transaksi di awal Sesi I perdagangan hari ini tercatat senilai Rp30,6 miliar.

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), BINO sebagai emiten ke-42 di 2021 ini menawarkan saham kepada publik sebanyak 435 juta lembar bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Sementara itu pada pelaksanaan IPO DEPO, emiten ke-43 ini menawarkan saham kepada masyarakat sebanyak 1,02 miliar lembar bernilai nominal Rp25 per saham atau setara dengan 15,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan harga penawaran umum senilai Rp138 per saham, maka pada pelaksanaan IPO BINO, produsen dan distributor alat tulis kantor ini berhasil meraih dana masyarakat sebesar Rp60,03 miliar, sedangkan DEPO yang menetapkan harga penawaran sebesar Rp483 per saham bisa meraup Rp493,57 miliar.

Baca :  DEPO dan BINO Incar Dana IPO Sebesar Rp553,6 Miliar

Rencananya, BINO akan memanfaatkan sebagian besar dana hasil IPO atau senilai Rp38 miliar untuk membayar utang, senilai Rp4,5 miliar akan dipinjamkan ke entitas anak, senilai Rp2,85 miliar untuk membeli sebidang tanah di Klaten, Jawa Tengah, senilai Rp2,55 miliar untuk dipinjamkan ke Bino Digital Solutions Pte Ltd dan sisanya akan dipinjamkan ke entitas anak, PT Bino Mitra Sejati.

DEPO akan memanfaatkan dana hasil IPO untuk belanja modal (capex) sebesar 18 persen, sebesar 8 persen akan digunakan untuk melunasi utang ke PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), sebesar 41 persen untuk penyetoran modal kepada entitas anak dan sisanya untuk modal kerja.