MTDL Siap Stock Split Dengan Rasio 1:5

Pandemi Covid-19 telah meningkatkan percepatan tren digitalisasi di berbagai sektor perekonomian termasuk dalam kegiatan operasional perusahaan-perusahaan seperti beralihnya sistem kerja perusahaan ke hybrid workforce atau pekerjaan jarak jauh.
PT Synnex Metrodata Indonesia (“SMI”)—salah satu entitas anak Metrodata Group yang berfokus dibidang Distribusi Teknologi, Informasi dan Komunikasi hari ini memperkenalkan rangkaian inovasi sistem keamanan siber yang dapat membantu meningkatkan keamanan data dan informasi pada perusahaan.

JAKARTA-PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, sehingga diharapkan likuiditas perdagangan saham perseroan bisa meningkat.

Berdasarkan keterbukaan informasi MTDL yang dipublikasi di Jakarta, Rabu (24/11), rencana aksi korporasi tersebut akan terlebih dahulu meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang akan digelar di Jakarta, Kamis, 16 Desember 2021.

Sebagaimana diketahui, saat ini Saham Biasa (common shares) MTDL bernilai nominal Rp50 per lembar, sehingga setelah pelaksanaan stock split nilainya menjadi Rp10 per saham.

Maka, jumlah saham pasca stock split menjadi sebanyak 12,28 miliar lembar dari sebelumnya sebanyak 2,46 lembar.

Baca :  Tumbuh 31,3%, Laba Bersih MTDL Per Kuartal III Rp351,4 Miliar

“Stock split ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dan, harga saham menjadi lebih terjangkau bagi para investor, khususnya para investor ritel yang kita ketahui telah mengalami peningkatan jumlah secara tajam selama masa pandemi,” demikian disebutkan manajemen MTDL.

Rencananya, MTDL akan mengajukan permohonan pencatatan saham di BEI pada 28 Desember 2021. Sehingga, perdagangan saham dengan nilai nominal baru bisa terlaksana pada Januari 2022.

Pada penutupan perdagangan kemarin (23/11), harga MTDL berada di level Rp3.660 per saham.