Per Kuartal III-2021, Nilai Kontrak Baru ADHI Naik 82,3% Jadi Rp11,3 Triliun

PT Adhi Karya (Persero) Tbk

JAKARTA- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) hingga akhir Kuartal III-2021, membukukan nilai kontrak baru mencapai Rp11,3 triliun atau lebih besar dibanding perolehan di periode yang sama 2020 senilai Rp6,2 triliun.

Laporan perolehan kontrak baru tersebut disampaikan oleh manajemen ADHI melalui materi Public Expose perseroan.

Sebagaimana diketahui, Adhi Karya menggelar Paparan Public yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (17/11).

Manajemen ADHI menyampaikan bahwa realisasi belanja modal (capex) perseroan hingga akhir September 2021 senilai Rp388,8 miliar atau hanya sebesar 14,7 persen dari target alokasi capex untuk sepanjang tahun ini.

“Hal ini karena target capex 2021 didominasi oleh penyertaan proyek investasi yang belum dapat terealisasi, karena adanya Covid-19”.

Baca :  Laba Bersih DGNS Melambung 468% di Masa Pandemi Covid-19

ADHI memaparkan bahwa perseroan mampu menjaga profitabilitas hingga akhir September 2021, walaupun kondisi perekonomian di dalam negeri masih dibayangi situsi pandemi Covid-19 second wave.

“Terdapat kenaikan laba bersih di Kuartal III-2021, dikarenakan adanya efisiensi pada beban usaha dan peningkatan pendapatan ventura bersama (proyek join operasi)”.

Per Kuartal III-2021, ADHI mampu mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp17,02 miliar dari Rp15,38 miliar per Kuartal III-2020.

Padahal, selama enam bulan pertama tahun ini perseroan mengalami penurunan pendapatan usaha.

Pendapatan usaha ADHI selama sembilan bulan pertama 2021 hanya senilai Rp7,35 triliun atau mengalami penurunan dibanding periode yang sama di 2020 sebesar Rp8,46 triliun.

Namun, pada tiga kuartal terakhir di 2021 jumlah beban pokok pendapatan ADHI hanya senilai Rp6,27 triliun atau lebih rendah dibanding per Kuartal III-2020 yang sebesar Rp7,31triliun.

Baca :  Pendapatan Naik 25,5%, Kinerja TPIA Berbalik Raih Laba Bersih USD84,38 Juta

Sehingga, laba bruto yang dicatatkan perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp1,09 triliun.

Selain itu, ADHI juga mampu menekan beban usaha selama sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp482,08 miliar dari Rp549,93 miliar pada periode yang sama di 2020.

Maka, laba usaha yang dibukukan ADHI per Kuartal III-2021 menjadi Rp594,9 miliar atau lebih besar dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp582,07 miliar.