Rakyat Cerdas, Ketum Wong Kito: Nggak Usah Khawatir Erick Thohir Nongol di Layar ATM

Ketua Umum Pengurus Pusat Wong Kito Bambang Purnomo

JAKARTA-Ketua Umum Pengurus Pusat Wong Kito, Bambang Purnomo mengeritik keras sejumlah pihak yang membuat kegaduhan saat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencanangkan transformasi budaya AKHLAK disejumlah perusahaan pelat merah.

Padahal, sosialisasi ini sudah menjadi tugas Erick Thohir demi mewujudkan Revolusi Mental sesuai tagline besar yang didengungkan Presiden Joko Widodo selama ini.

“Saya kira, jargon Akhlak Erick Thohir di BUMN adalah salah satu bentuk transformasi BUMN dan menjadi pondasi yang penting yang harus kita dukung,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/11).

Seperti diberitakan, BUMN Erick Thohir mencanangkan budaya AKHLAK yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif sebagai core value pada perusahaan plat merah yang dimulai sejak awal Juli 2020.

Baca :  Presiden Serap Aspirasi Pelaku Usaha Perikanan Maluku

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: SE-7/MBU/07/2020 tentang nilai-nilai utama Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara, yang menjadi hal fundamental untuk dilakukan sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

Namun kini, sosialisasi nilai AKHLAK BUMN Menteri Erick yang tersebar lewat vidio di berbagai ATM milik BUMN menuai kritikan.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno berpandangan, Menteri BUMN Erick Thohir tengah memoles citra agar dapat masuk bursa pencalonan presiden untuk Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Hal itu terlihat dari video Erick Thohir yang dipasang di mesin-mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank milik negara serta permintaan Erick agar toilet di pom bensin digratiskan.

Baca :  Presiden: Berikan Porsi Besar untuk Pengusaha Muda

Menurut Adi, langkah Erick itu memang bisa menjadi alat untuk mendongrak popularitas, tetapi belum tentu dapat meningkatkan elektabilitas eks bos klub Inter Milan tersebut.

Alasannya, Erick justru mendapat respons negatif dari publik soal videonya di mesin-mesin ATM serta dugaan keterlibatan Erick pada bisnis tes PCR Covid-19.

“Soal ada kampanye terselubung, kan kita lihat dari kontennya. Soal Erick dalam layar ATM dan soal sosialisasi nilai AKHLAK. Itu kan soal persepsi orang saja,” ujar Bambang Purnomo.

“Tiap rumah makan, hotel, ada banner kepala daerah soal himbauan pajak. Apa itu pencitraaan ?? Kan tidak semua pencitraan,” jelasnya.

Bambang Purnomo mengatakan sosialisasi itu merupakan bagian dari tugas sebagai pejabat publik yang melekat pada diri mereka.

Baca :  Ini Susunan Pengurus MES Periode 2021-2024

Bahkan secara moral, secara politik dan hukum mereka bertanggung jawab pada masyarakat.

“Nah, demikian juga yang dilakukan pak Erick ini. Jadi, tidak ada yang salah,” tukas aktifis 98 ini.

Apalagi ujarnya, posisi Erick saat ini sebagai pembantu Presiden.

Dengan demikian, segala aktifitasnya sudah pasti Presiden juga tau.

“Jangan di adu kayak jangkrik antara Presiden dengan Menterinya. Kadang yang bikin rusak suasana damai politik itu. Ya pengamat yang baru cari panggung, pokoknya asal masuk media. Jadi bukan melakukan edukasi ke masyarakat,” urainya.

“Soal Erick atau siapapun belum masuk radar capres, tenang wae. Entar yang milih biar rakyat dan rakyat sudah cerdas. Jadi nggak usah dibuat mumet,” tutupnya.