Rocky Gerung Dkk Provokatif, Bebal dan Fitnah Menyerang Pribadi Romo Benny Soesatyo

Rocky Gerung

JAKARTA-Pergerakan Advokat Nusantara (PEREKAT NUSANTARA) mengeritik keras pernyataan Rocky Gerung dan Adhie M. Massardi dkk yang menuduh Romo Benny ikut campur masalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Salah seorang Advokat PEREKAT NUSANTARA, Petrus Selestinus menilai Rocky Gerung Cs telah menebar provokatif dan bebal yang menyerang pribadi Romo Benny Soesatyo.

Alasannya, mereka tidak tahu batasan mana yang bisa dikritisi dan mana yang tidak, sebagai penilaian tidak berdasarkan fakta, fitnah dan telah menjurus kepada upaya memecah- belah sesama anak bangsa.

Petrus mengatakan Rocky Gerung dan Adhie M Massardi telah menuduh tanpa dasar, tanpa didukung fakta-fakta.

Bahkan mereka memutarbalikan fakta serta menyerang pribadi Romo Benny secara tidak proporsional.

Seolah-olah Romo Benny telah merelease komentar negatif tentang MUI melalui chanel YouTube RKN Media.com.

Baca :  Terkait Kepentingan Strategis, Penonaktian 75 Pegawai KPK Dapat Dipertanggungjawabkan

“Terhadap tuduhan yang tidak berdasar dan bersifat mengadu-domba atau memecah-belah antar pribadi dan kelompok, apapun alasannya, ada konsekuensi hukum dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” terangnya.

Petrus menjelaskan seluruh konten YouTube RKN Media tanggal 20 November 2021, adalah konten YouTube yang seluruhnya berisi komentar dan kritik konstruktif Hendardi, Ketua Setara Institute terhadap MUI terkait tindakan kepolisian Densus 88 terhadap beberapa terduga teroris.

“Dan tanpa ada komentar apapun dari Romo Benny,” terangnya.

ROCKY GERUNG DKK ADU DOMBA

Lebih lanjut, Petrus mengatakan sikap berlebihan Rocky Gerung dkk telah mengarah kepada upaya memecah-belah.

Bahkan mencoba menarik institusi atau organ lain secara tidak bertanggung jawab dalam komentar konstruktif dari Hendardi tentang MUI dan Terorisme, adalah buah dari cara berpikir kerdil, tidak jujur, pengecut dan provokatif.

Baca :  AHY dan Paranoid Isu Kudeta

Rocky Gerung dkk mengeksploitasi posisi Romo Benny sebagai minoritas dianggap sebagai sasaran tembak yang empuk guna memenuhi syahwat politik praktisnya.

Seolah-olah Romo Benny mengintervensi persoalan internal MUI. Padahal dalam konten YouTube itu, tidak ada sama sekali nama, wajah ataupun narasi dari Romo Benny.

“Ini cara pandang yang sesat, dungu dan bebal, tanpa melihat fakta-fakta atau mengabaikan fakta-fakta,” tuturnya.

Rocky Gerung dkk terang Petrus, hanya melihat Romo Benny sebagai minoritas.

Hal ini dijadikan sasaran tembak untuk melampiaskan nafsu bejat, mengadu-domba Romo Benny dan MUI dengan target yang lebih digdaya dari sekedar masalah hukum dan penegakan hukum murni yang dilakukan Densus 88.

Baca :  Soal KPK, Petrus: Komnas HAM Ditunggangi

Oleh karena itu Rocky Gerung dkk harus mencabut penilaian yang dungu dan bebal serta meminta maaf kepada Romo Benny dan pihak ketiga lainnya.

Apalagi, secara eror inpersona dan salah alamat menuduh Romo Benny, dengan memanipulasi fakta atau memandang remeh fakta-fakta hukum dan fakta sosial yang ada.

Terkesan Rocky Gerung dkk. tidak berani mengomentari konten YouTube  RKN Media tanggal 20 November 2021, yang seluruhnya berisi komentar konstruktif dari Hendardi tentang MUI dan Terorisme, lalu mencari kambing hitam mendiskreditkan Romo Benny dan pihak lainnya demi target yang lebih besar.

“Inilah politik praktis Rocky Gerung dkk yang hidup dari isu-isu remeh temeh dari satu isu ke isu yang lain,” pungkasnya.