BBNI Kucurkan Kredit Investasi Rp1 Triliun untuk Biayai Refinancing GOOD

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

JAKARTA- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan penyaluran kredit investasi sebesar Rp1 triliun kepada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) yang akan digunakan untuk pembayaran utang.

Berdasarkan siaran pers BBNI yang dikirim melalui surat elektronik, Rabu (1/12), perseroan telah memberikan pembiayaan senilai Rp1 triliun kepada GOOD di tengah penguatan ekspansi kinerja ekonomi riil di akhir tahun dan maraknya rencana pengembangan bisnis untuk menyambut 2022.

Manajemen BBNI menyebutkan, fasilitas kredit bilateral bertenor 60 bulan tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi fasilitas club deal dari sejumlah bank kepada GOOD, terkait dengan aksi akuisisi saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), serta untuk pembiayaan utang bank jangka panjang.

Baca :  BBNI: Pengembangan Kapabilitas Digital Masuki Fase yang Lebih Serius

BBNI berharap bisa melaksanakan kerjasama bisnis secara menyeluruh di antara kedua belah pihak, dengan mengoptimalkan potensi pembiayaan value chain perusahaan, cash management, payment channel dan produk konsumer karyawan, baik dana maupun pinjaman.

“Tentunya dengan menyediakan solusi digital yang solid bagi GOOD melalui transformasi digitalisasi BNI yang semakin berkembang pesat”.

Menurut Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar, pemberian fasilitas kredit ini merupakan komitmen BNI sebagai bank nasional yang mendukung perkembangan bisnis sektor prioritas, termasuk industri fast moving consumer goods (FMCG).

Royke menilai, industri perbankan cukup terbantu oleh industri FMCG yang memiliki kualitas kredit terjaga dan bahkan terus menyerap kredit secara konsisten.

“Fasilitas pembiayaan ini menunjukkan komitmen BNI untuk meningkatkan pembiayaan pada sektor manufaktur, seperti pada industri makanan dan minuman. Terlebih, sektor ini menjadi salah satu dari lima sektor prioritas pemerintah dalam implementasi ekonomi sirkular,” paparnya.

Baca :  BBNI Akan Kembangkan Bisnis Ekowisata di Kawasan Hutan Organik

Lebih lanjut Royke menyampaikan, BBNI sebagai bank internasional memiliki solusi keuangan lengkap untuk membantu GOOD yang sejauh ini mampu menembus pasar ekspor ke 26 negara, terutama di Asean, China dan India.

“Kami juga memiliki basis data pelaku usaha internasional lengkap, yang nantinya Garudafood bisa lebih meningkatkan penetrasi luar negeri,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama GOOD, Hardianto Atmadja menyambut baik komitmen dan langkah proaktif BBNI untuk membantu akselerasi kinerja perseroan di tengah masa pemulihan ekonomi.

“Kami berterima kasih kepada BNI, karena telah memberikan kepercayaan kepada kami dalam pengajuan kredit investasi untuk keperluan refinancing dari kredit sindikasi yang sudah ada,” ucapnya.

Hardianto mengatakan, GOOD optimistis bisa mempertahankan tren kinerja positif hingga akhir 2021 dan mampu mengalami peningkatan di 2022.

Baca :  OJK Yakin Pertumbuhan Kredit di Juli Berlanjut Hingga Akhir 2020

Per Kuartal III-2021, total penjualan bersih GOOD tercatat sebesar Rp6,37 triliun atau bertumbuh 10,9 persen (year-on-year), sedangkan laba periode berjalan senilai Rp370,48 miliar atau bertumbuh 87,6 persen (y-o-y).