Fitch: Industri Keuangan Miliki Prospek Netral, Pemulihan Ekonomi Bakal Berlanjut di 2022

pertumbuhan penerbitan sukuk global selama Kuartal II-2021 didukung oleh peningkatan minat investor untuk menempatkan modal di instrumen suku, adanya kebutuhan refinancing dan diversifikasi pendanaan yang dilakukan oleh emiten.
ilustrasi

JAKARTA-Hasil analisa Fitch Ratings (London) menyebutkan bahwa sebagian besar institusi keuangan global menunjukkan prospek ‘Netral’ untuk periode di sepanjang 2022, sehingga kondisi ini mencerminkan adanya keberlanjutan tren pemulihan ekonomi dunia.

Namun, menurut Managing Director Fitch Ratings (London), James Longsdon, berlanjutnya tren pemulihan ekonomi global tersebut masih berada dalam kecenderungan lebih lambat.

Lembaga perbankan dan lembaga keuangan nonbank akan kembali mengalami peningkatan kinerja operasional di 2022.

“Kami memperkirakan, terjadi penurunan kualitas aset pinjaman untuk lembaga perbankan dan lembaga keuangan nonbank di 2022, karena berkurangnya dukungan dari kebijakan fiskal,” ujar Longsdon dalam keterangan resmi Fitch yang dikirim melalui surat elektronik, Rabu (12/1).

Baca :  Privatisasi Pertamina Dalam Kubangan Utang

Tetapi, lanjut dia, Fitch Ratings meyakini industri perbankan mampu mengimbangi rendahnya dukungan kebijakan fiskal tersebut dengan menggenjot profitabilitas di sepanjang tahun ini dan mengurangi besaran cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), serta memanfaatkan modal cadangan yang terakumulasi selama masa pandemi.

Lebih lanjut Longsdon menyampaikan, lembaga keuangan nonbank juga menunjukkan struktur permodalan yang kuat dan solid.

“Kinerja operasional lembaga keuangan nonbank juga diharapkan mendapatkan dukungan dari kenaikan suku bunga secara bertahap,” ujarnya.

Longsdon mengatakan, pengetatan kebijakan moneter global akan mendukung kinerja industri asuransi jiwa, meski secara historis berdampak negatif terhadap profitabilitas untuk beberapa saat.