Harga Saham Naik Tak Wajar, ADMR dan BKDP Kena Sanksi Suspensi

Untuk target pencatatan Efek baru di 2022 adalah sebanyak 68 Efek, yang terdiri dari pencatatan saham, obligasi baru dan pencatatan efek lainnya yang meliputi ETF
Ilustrasi

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk memberikan sanksi penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), karena harga saham mengalami kenaikan harga kumulatif secara tidak wajar.

Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam Pengumuman Bursa yang dikutip (13/1), pemberian sanksi suspensi terhadap transaksi ADMR dan BKDP tersebut berlaku di pasar regular maupun pasar tunai mulai Sesi I perdagangan Kamis, 13 Januari 2022.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham ADMR dan BKDP, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham ADMR dan BKDP,” kata Lidia.

Baca :  IPO, ADMR Tetapkan Harga Penawaran Senilai Rp100 Per Saham

Dia mengatakan, pemberian sanksi suspensi tersebut bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang —berdasarkan informasi yang ada— dalam setiap pengambilan keputusan berinvestasi di kedua saham tersebut.

Lebih lanjut Lidia menyampaikan, Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh ADMR dan BKDP.

Sementara itu, menurut Pelaksana Harian Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Donni Kusuma Permana, BEI telah mencabut sanksi suspensi atas perdagangan saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP).

“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai Sesi I perdagangan 13 Januari 2022,” kata Donni dalam pengumuman BEI.

Baca :  Harga Merosot Tak Wajar, Saham INCF Masuk Radar Pemantauan BEI