Petrus: Publik Tak Akan Terpengaruh Manuver Tipu Muslihat Adhie Massardi

Koordinator TPDI, Petrus Salestinus

JAKARTA-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus meyakini public tidak akan terpengaruh dengan tipu muslihat Adhie M Massardi yang melaporkan Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Apalagi, langkah Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) ini tidak lebih sebagai bagian menebar berita hoaks, yang dikemas dalam sebuah buku laporan dari sumber yang abal-abal.

Bahkan mantan Jubir Gus Dur ini ingin memanfaatkan panggung KPK sekedar menghina nama Ganjar Pranowo dan Ahok dari PDI Perjuangan.

“Jadi, KPK ini bukan tong sampah besar,” tegas Petrus.

Meskipun KPK telah menerima laporan yang disampaikan Adhie M. Massardi terhadap nama sejumlah pejabat, termasuk di dalamnya ada nama Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok, namun publik jauh lebih cerdas melihat dan mencermati permasalahannya dari pada Adhie M. Massardi dalam cara pandang kasus-kasus yang dilaporkan.

Baca :  Tanpa Bayaran, Artis Dukung Basuki-Djarot

Bahkan kata Petrus, mau diplintir seperti apapun, publik tidak percaya sepanjang terkait Ahok atau Ganjar Pranowo.

Petrus mengaku KPK mengatakan akan memverifikasi laporan tersebut.

Tetapi ini adalah sikap standar sesuai SOP KPK terhadap setiap orang yang membawa informasi kepada KPK sebagai bentuk partisipasi publik yang nyata dan menurut hukum yang bertanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip KUHAP.

Namun demikian, publik tidak akan terpengaruh dengan manuver tipu muslihat Adhie M. Massardi terkait Laporannya yang dikemas dalam buku itu.

Alasannya karena penyidikan kasus Korupsi KTP Elektronik oleh KPK dari kalangan Anggota DPR RI sudah selesai dengan adanya putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terhadap Terdakwa Setya Novanto dkk dari unsur DPR RI.

Baca :  5 Januari, Basuki Akan Temui Warga Kembali di Rumah Lembang

Sementara Ganjar Pranowo dan sebagian kawan-kawan dari Anggota DPR RI hanya dijadikan sebagai Saksi oleh KPK.

“Dan itulah hasil optimal dari KPK yang harus dihormati, karena bagaimanapun Ganjar Pranowo dkk harus dipandang berhasil membantu KPK dan Pengadilan Tipikor mengungkap kejahatan korupsi maha besar era SBY yang dilakukan oleh Setya Novanto dkk,” terangnya.

Adhie M. Massardi jelas Petrus seharusnya memberi “apresiasi” terhadap peran Ganjar Pranowo dkk sebagai Saksi dalam perkara KTP Elektronik di KPK dan di Pengadilan.

Karena keterangannya sebagai Saksi itu telah membantu Penyidik dan Penuntut Umum KPK, sehingga Majelis Hakim Tipikor, membuat perkara korupsi KTP Elektronik menjadi terang, siapa saja yang hanya sebagai Saksi (Ganjar Pranowo dkk) dan siapa saja yang dimintai pertanggungjawaban pidana yaitu (Setya Novanto dkk) yang sudah terpidana.

Baca :  Surat Terbuka Kepada Menkeu dan Ketua BPK Perihal Aset Negara

Petrus menilai, apa yang dilakukan oleh Adhie M. Massardi tidak lebih dari pada ingin menebar berita hoaks.

Berita bohong ini dikemas dalam sebuah buku laporan dari sumber yang abal-abal dan memanfaatkan panggung KPK sekedar menghina nama Ganjar Pranowo dan Ahok dari PDI Perjuangan.

Tujuannya untuk menghancurkan nama baik, kehormatan dan kepercayaan publik terhadap Ganjar Pranowo dan Ahok serta PDIPerjuangan.

“Adhie M. Massardi dan PNPK, jangan ajari ikan berenang dan jangan bangun “opini sesat” berdasarkan berita hoaks lalu bawa ke KPK untuk melegitimasi berita hoaks. Karena KPK bukan “TONG SAMPAH BESAR” bagi siapa saja boleh isi sampahnya atas nama  Pemberantasan Korupsi,” pungkasnya.