Rilis Obligasi Rp1,5 Triliun, LPPI Tawarkan Bunga Hingga 9,75%

PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tbk

JAKARTA-PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tbk (LPPI) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2022 dengan tingkat bunga dipatok sekitar 6,26 persen hingga 9,75 persen per tahun.

Berdasarkan Prospektus Ringkas mengenai rencana penerbitan obligasi LPPI yang dipublikasi di Jakarta, Jumat (14/1), perseroan berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2022 sebesar Rp1,5 triliun.

Adapun target penghimpunan dana dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan I mencapai Rp6 triliun.

Pada aksi korporasi ini, manajemen LPPI menunjuk lima penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dan PT Sucor Sekuritas.

Baca :  Mirza Adityaswara Dilantik Jadi Dirut LPPI

Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2022 sebesar Rp1,5 triliun akan dibagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A senilai Rp200 miliar bertenor 370 hari kalender sejak Tanggal Emisi, dengan tingkat bunga sebesar 6,25 persen.

Seri B mencapai Rp895,48 miliar bertenor tiga tahun, dengan tingkat bunga sebesar 9,25 persen. Sedangkan, Seri C senilai Rp404,52 miliar bertenor lima tahun, dengan tingkat bunga mencapai 9,75 persen.

Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.

Pembayaran bunga pertama pada 26 April 2022, sedangkan pembayaran bunga terakhir yang sekaligus jatuh tempo masing-masing obligasi adalah pada 6 Februari 2023 untuk Obligasi Seri A, Obligasi Seri B pada 26 Januari 2025 dan Obligasi Seri C pada 26 Januari 2027.

Baca :  Mirza Adityaswara Dilantik Jadi Dirut LPPI

Masa penawaran obligasi berlangsung selama kurun 14-20 Januari 2022 dan penjatahan akan dilakukan pada 24 Januari 2022 dan pendistribusian obligasi secara elektronik (Tanggal Emisi) akan dilakukan pada 26 Januari 2022.

Sehingga, pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terlaksana pada 27 Januari 2022.