Aksi Bersih Sampah Plastik Warnai Peringatan Hari Bumi di Labuan Bajo

LABUAN BAJO- Sejumlah Komunitas, organisasi peduli lingkungan Labuan Bajo; WWF Indonesia, Trash Hero Komodo, P2L, KSU Komodo, DOCK, ALB Peduli, dan Plastic Free Ocean Network bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Manggarai Barat, Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dan dukungan dari Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo melaksanakan kegiatan pendataan dan bersih sampah plastik di sepanjang Sungai Air Kemiri, Kampung Air, Labuan Bajo Flores, Sabtu (27/04).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2019.

Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.d., hadir dalam peringatan tersebut bersama ratusan peserta melakukan penanaman pohon secara simbolik.

Dalam kesempatan tersebut, Maria Geong mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama Kota Labuan Bajo sebagai salah satu daerah destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Tak hanya itu, wanita pertama yang menjadi Wakil Bupati di NTT ini juga mengimbau masyarakat Labuan Bajo agar mencintai lingkungan dengan cara membudayakan menanam pohon di pekarangan rumah.

“Mari kita menjaga lingkungan dengan cara sederhana, mulailah tanam pohon di sekitar kita,” ucapnya.

Kegiatan selanjutnya dimulai dengan edukasi kepada sekitar 432 peserta bersih-bersih terkait pemilahan sampah, diikuti pendataan sampah umum dan sampah pastik 3R.

Dalam aksi ini, tercatat sekitar 795,5 kg sampah umum yang berhasil dibersihkan dan sekitar 312 kg sampah plastik 3R yang selanjutnya dibawa ke KSU Komodo.

Koordinator Peringatan Hari Bumi 2019 di Labuan Bajo, Kennedy Diaz, dalam kesempatan yang sama menyampaikan, agar perayaan seperti ini tidak hanya menjadi simbol semata, melainkan menjadi pemacu masyarakat Labuan Bajo agar lebih peka dan peduli terhadap alam, serta membudayakan perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan demi terciptanya keseimbangan lingkungan.

Sampah plastik belakangan menjadi salah satu persoalan pariwisata Labuan Bajo yang mendapat perhatian banyak pihak. Besarnya perhatian terhadap penggunaan sampah plastik ini juga dikampanyekan berbagai komunitas peduli lingkungan di Labuan Bajo dengan melakukan sosialisasi terutama di area publik Labuan Bajo serta dermaga.

Sosialisasi dilakukan di area-area seperti hotel, restauran dan kapal pengangkut wisatawan agar menyiapkan air galon bagi para pengunjung yang datang agar bisa mengisi ulang botol minumannya.

Selain itu edukasi juga diberikan kepada para tour guide yang ada disana agar sosialisasi penggunaan tumbler bagi para wisatawan dapat lebih efektif.

Direktur Utama BOP Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, dalam sebuah kesempatan di Sea Safari 7 Labuan Bajo menegaskan perang terhadap sampah plastik harus dimulai dari edukasi sehingga pada muaranya menjadi gaya hidup masyarakat.

Menurutnya, edukasi menjadi jalan yang paling memungkinkan bagi masyarakat agar memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keberlangsungan lingkungan terutama bumi yang dihuni manusia saat ini.

“Biasakan membawa tumbler atau botol minuman sendiri. Dengan begitu kita bisa membantu mengurangi penggunaan sampah plastik, ” tuturnya.