Aksi Profit Taking Pelaku Pasar

JAKARTA-Bursa Asia Jumat pagi (13/9) kembali bergerak mixed dengan kecenderungan melemah tipis seiring pasar melakukan profit taking setelah penguatan signifikan selama sepekan terakhir dan wait and see terhadap hasil Fed Meeting di pekan depan.  Sementara itu, nilai  tukar rupiah dibuka menguat Jumat pagi ke level Rp11,160/US$ seiring membaiknya sentimen akibat kenaikan BI rate kemarin.

Analis Valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mememperkirakan, IHSG sendiri hari ini akan kembali bergerak menguat seiring sentimen positif dari penguatan nilai tukar Rupiah dan kenaikan BI rate kemarin. Namun demikian, masih terdapat potensi profit taking pada beberapa saham yang telah menguat signifikan dalam sepekan terakhir terutama dari sektor banking, cement, property dan construction Resistance indeks berada  di level 4,400.

Menurut dia, bursa AS mengakhiri rally-nya dalam 7 hari berturut-turut semalam dengan terkoreksi sekitar 0.3% yang dipicu oleh saham-saham berbasis mining seiring koreksi harga metal dunia. “Pasar juga mulai mengantisipasi  The Fed Meeting yang akan dilakukan mulai Selasa depan,” jelas dia.

Data initial jobless claims menunjukkan penurunan tajam meski terbias oleh tidak dimasukkannya data  dari 2 negara bagian karena kesalahan teknis. Sementara harga minyak kembali menguat ke level US$108.6/barel semalam dan ETF Indonesia di bursa AS kembali terkoreksi 1.6%.

 

Baca :  Risiko Likuiditas Perbankan Tergolong Relatif Rendah