Anas: Masa Jabatan Presiden Sebaiknya Satu Periode

Wednesday 13 Mar 2019, 1 : 20 pm
Anggota MPR RI Fraksi PPP, Anas Thahir dalam acara sosialisasi Empat Pilar di sebuah Pondok Pesantren yang dihadiri ratusan peserta dari tenaga pengajar, ustad, santri dan tokoh masyarakat, di Banyuwangi, Selasa (22/3/2022)

BONDOWOSO – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengusulkan masa jabatan presiden dibatasi cukup satu periode saja.

Namun periode jabatan itu bisa diperpanjang sampai tujuh atau maksimal delapan tahun. Hal ini mengingat pengalaman berdemokrasi dai pemilu ke pemilu yang cukup menguras waktu dan tenaga masyarakat.

“Bangsa Indonesia bisa menghemat energi yang cukup besar, baik energi berupa anggaran biaya yang melangit, maupun energi ketegangan sosial yang resikonya tak bisa dinilai dengan rupiah,” kata anggota MPR-RI, H Anas Thahir dalam siaran persnya di Bondowoso, Rabu (13/3/2019).

Lebih jauh anggota Fraksi PPP MPR ini membeberkan biaya penyelenggaraan satu kali pemilu saja bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp24 trilliun.

Baca juga :  Puan Harap Idul Adha 2024 Jadi Momen untuk Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

“Bisa dibayangkan, dengan dana sebesar itu berapa ribu ruang kelas bisa dibangun,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Anas, bisa lebih banyak beasiswa yang diberikan kepada anak-anak dan mahasiswa kurang mampu.

“Bahkan belasan ribu rumah sakit dapat dibangun dan tingkatkan kualitas layanan serta infrastruktur,” paparnya.

Belum lagi, sambung mantan Mantan Wakil Sekjen PBNU, resiko-resiko sosial yang selalu muncul tiap-tiap menjelang pelaksanaan Pemilu.

Misalnya, saja masyarakat terpolarisasi sedemikian jauh. Sehingga satu sama lain bisa saling menghujat, saling curiga dan saling kehilangan kepercayaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Agus Eko

Adalah wartawan senior di Indonesia. Karya-karya jurnalisnya sangat menarik dan memberikan pandangan mendalam terhadap berbagai isu terkini.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Kemenperin Luncurkan Program Bangku Rotan

PALU-Guna meningkatkan nilai tambah rotan sebagai industri hilir unggulan berbasis

OJK Minta Aturan Basel Lebih Mudah Dipahami

TIANJIN-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadadmenyampaikan