Aneh, Kalau Kejagung Tidak Panggil Pejabat OJK Dalam Kasus Jiwasraya

Ilustrasi

JAKARTA-Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta agar tidak melindungi pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kasus Asuransi Jiwasraya.

Karena sebagian besar, masalah yang membelit Asuransi Jiwasraya bersumber dari lembaga superbody di sektor keuangan ini.

“Kejagung nggak boleh melindungi pejabat OJK, siapapun orangnya. Saya kira, memang harus diusutlah semua pejabat OJK. Jangan tebang pilih,” tegas pengamat Ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng di Jakarta, Minggu (7/6).

Berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, lembaga superbody ini melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan,
Pasar Modal, dan Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

Baca :  Kasus Jiwasraya, Daeng: Ada Apa Dengan Kejagung, Kok Belum Panggil Rini Soemarno?

Saat ini, pengawasan pasar modal berada dibawah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota.

Adapun Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dijabat oleh Hoesen yang sebelumnya memimpin PT Danareksa sebagai direktur selama dua tahun terakhir.

Daeng mengaku sangatlah aneh jika tidak ada satupun pejabat OJK yang dipanggil Kejagung.

Padahal, pemicu utama kisruh Asuransi Jiwasraya ini bersumber dari OJK.

Untuk itu, Daeng meminta Kejagung agar tidak tebang pilih kasus.

“Kalau sampai sekarang tidak ada pejabat OJK yang jadi tersangka, bagi saya ini aneh. Mau dibawa kemana penegakan hukum kita,” ujarnya.

“Dugaan keterlibatan pejabat OJK sangat terang benderang. Buka saja, tidak perlu ditutup-tutupi dan dilindungi,” tuturnya.

Baca :  Jiwasraya Belum ‘Actual Loss’, Masih Potential Loss’

Dia berharap agar Kejaksaaan menunjuk sikap netral dalam menanganai kasus Asuransi Jiwasraya ini.

Sebab, jika Kejagung salah menangani persoalan ini maka bisa menyeret nama Presiden Joko Widodo.

“Kita tahu, perkembangan kasus ini mengarah ke istana. Karena ada dugaan, dana ini dipakai untuk pilpres,” tegasnya.

“Untuk itu, saya berharap agar Kejagung serius menuntaskan kasus ini,” ucapnya.

Dia menegaskan, keseriusan Kejaksaan mengusut kasus Asuransi Jiwasraya sangat penting sekali.

Hal ini untuk menepis dugaan bahwa kasus Jiwasraya ini diduga melibatkan istana, baik langsung, maupun tidak langsung.

“Kalau nggak, bisa menjadi bola liar dan ujungnya lari ke istana kasus ini. Ini duit besar,” tuturnya.

Baca :  Pengacara: Dakwaan JPU Kasus Jiwasraya Domain Pasar Modal

“Jiwasrayagate ini setara dengan 3 kali Century.Century aja lari ke Istana, apalagi yang duit segede ini. Kalau tidak terkait istana, nggak bakalan ribut dari awal,” pungkasnya.