Aneh,Pemkot Tangerang Endapkan Dana Rp1,28 Triliun di Bank

ilustrasi uang beredar/dok kompasiana.com

JAKARTA-Kementerian Keuangan mengungkap ada sejumlah dana milik pemerintah daerah (Pemda) yang mengendap di Bank Pembangunan Daerah (BPD), termasuk seluruh Tangerang. Baik milik Pemkot Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan data Kemenkeu pada 2015, tidak tanggung-tanggung dana milik Pemkot Tangerang Selatan yang mengendap Rp 885,4 miliar, lalu Pemkab Tangerang Tangerang Rp 813,4 miliar. Namun yang paling tinggi milik Pemkot Tangerang yakni Rp1,28 triliun.

Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dana yang mengendap itu berasal dari dana transfer sebesar Rp664,6 triliun dari APBN 2015.

Bahkan beberapa waktu lalu Bambang mengeluhkan soal dana tranfer daerah yang lebih banyak mengganggur ketimbang dimanfaatkan. Padahal ekonomi masih lesu dan bisa digunakan untuk menggerakan perekonomian daerah.

Baca :  BI Terbitkan Penyempurnaan Ketentuan Operasi Moneter

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, dirinya menyoroti soal penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah yang tidak maksimal. Uang raturan triliun yang diberikan pemerintah pusat lewat transfer ke daerah, hanya menganggur begitu saja di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Penimbunan anggaran daerah di BPD ini dari tahun ke tahun terus meningkat jumlahnya. Pada Mei 2014 atau setahun yang saja jumlahnya Rp 130 trilun, lalu pada Desember 2014 mencapai Rp 120 triliun. Lalu 2015, jumlahnya mencapai sekitar Rp 250 triliun.

Berikut ini data Kemenkeu 2015, dana milik Pemkot yang mengendap antara lain : Bogor Rp 1,38 triliun, Bekasi Rp 1,18 triliun, Bandung Rp 1,13 triliun, Tanah Laut 1,04 triliun, Kediri 1,01 triliun, Badung 962,3 miliar, Berau Rp 940,2 miliar, Tangerang Rp 813,4 miliar, Malang Rp 690,2 miliar dan Pasuruan Rp 606,4 miliar.

Baca :  Bukopin Syariah Ingin Kelola Dana Haji

Sementara Pemkot antara lain, Tangerang Rp 1,28 triliun, Bogor Rp 950,5 miliar, Depok Rp 917 miliar, Tangerang Selatan Rp 885,4 miliar, Surabaya Rp 882,7 miliar, Semarang Rp 870,6 miliar, Medan Rp 844,6 miliar, Cimahi Rp 732,5 miliar, Magelang Rp 728,4 miliar, Serang Rp 588,7 miliar. **aec