Antisipasi Banjir Perbanyak Biopori

setkab.go.id

JAKARTA-Presiden Joko Widodo melalui twetter-nya mengingatkan kembali kepada warga ibukota agar mewaspadai kemungkinan banjir yang mungkin saja melanda kembali ibukota. Berikut tulisan dalam tweeter tersebut: Musim hujan, waspadai kemungkinan banjir. Ayo gotong royong bersihkan saluran air. Jangan buang sampah sembarangan –Jkw (27/1/2016).

Dalam twitter itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan karena belakangan ini hujan hampir setiap hari mengguyur wilayah DKI Jakarta dengan intensitas sangat bervariasi. Bahkan peringatan tersebut juga telah disampaikan oleh Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada (10/11/2015) bahwa, puncak musim hujan di wilayah Jabodetabek akan terjadi pada awal bulan Januari hingga awal bulan Februari mendatang.

Musim hujan disetiap tahun selalu terasa bagai ancaman bagi warga DKI Jakarta, terutama bagi mereka yang tinggal di bataran kali atau di dataran rendah, bahkan termasuk kompleks Istana Merdeka Jakarta tempat Presiden Jokowi berkantor, yang masuk dalam kawasan dataran rendah.

Guna mengantisipasi banjir tersebut, selain hal-hal teknis yang menyangkut drainase dan pompa air, salah satunya yaitu seruan untuk memperbanyak biopori baik dilingkungan perkantoran pemerintah maupun di pemukiman penduduk. Pada tanggal 3 November 2015 lalu, lingkungan komplek Istana Merdeka Jakarta telah mencanangkan lubang resapan biopori.

Beberapa manfaat lubang resapan biopori adalah untuk membantu aktivitas fauna tanah guna mempermudah terbentuknya pori-pori tanah atas aktivitas akar tanaman, mencegah banjir, tempat buang sampah organik, menyuburkan tanaman, dan meningkatkan kualitas air tanah.

Dalam penelusuran di Komplek Istana Merdeka menemukan adanya 41 lubang resapan biopori yang tersebar di halaman Istana Negara, halaman Istana Merdeka, dan halaman Wisma Negara. Lubang resapan biopori tersebut berdiameter 10-30 cm dengan kedalaman 100 cm, sedangkan jarak antar lubang sepanjang 50-100 cm.

Sementara jenis tanaman yang ada antara lain: pohon perdamaian Keben, Bodhi (focus religiosa) Pohon Kupu-Kupu (Bauhita Verigata); Buni (Antidesma Bunius), pohon beringin (Tians Benyamina), Tanjung (mimusops elengi), Mahoni (swetenia mahagoni) dan Kiara Payung (filicium decipiens).

Tanaman pohon tersebut kini sudah besar sehingga akar-akarnya dapat berfungsi membantu dan memperlancar penyerapan air kedalam tanah. Manfaat selanjutnya diharapkan agar air hujan tidak tergenang dipermukaan tanah atau meluap ke gorong-gorong yang berpotensi terjadinya banjir di lingkungan komplek Istana Merdeka Jakarta. ** Penulis Burhanuddin Saputu (Relawan Jokowi-JK)