Apa Khabar Euro…

ilustrasi

Oleh: Apressyanti Senthaury, Pegawai Bank BUMN

Rilis pertumbuhan ekonomi Zona Eropa posisi kuartal akhir tahun 2013 bagaikan hembusan angin segar buat euro. Padahal, serbuan persoalan lemahnya inflasi kawasan telah membuat otoritas Benua Biru tertekan untuk segera bertindak.

Dibandingkan dengan US Dollar, valuta Euro memang laksana tak terdengar dominasinya selama tahun 2013 silam. Namun, bukan berarti bahwa mata uang kumpulan negara Eropa itu sudah tidak mampu bersanding lagi di jagat kumpulan mata uang asing dunia. Kuatnya pemberitaan seputar Amerika berikut The Big Dollar jauh lebih menyita perhatian pelaku pasar dibandingkan mata uang €.

Kendati demikian, perkembangan kondisi maupun situasi di negara-negara anggota Zona Euro pun sesekali masih menghiasi kolom-kolom pemberitaan media dan berpengaruh atas aksi serta keputusan  para partisipan pasar. Terlebih keberlangsungan kemelut utang yang melanda Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol mau tak mau menjadi penghadang laju pemulihan perekonomian Eropa maupun global secara keseluruhan.

Bagaimana tidak, gabungan dari 18 negara Eropa itu memiliki porsi yang cukup besar di dalam ekonomi dunia di tengah keberadaan transaksi perdagangan internasional dan pemberlakukan era globalisasi. Oleh sebab itu, kompleksnya permasalahan yang mendera perekonomian Eropa sedikit banyak akan memberikan imbas negatif bagi bangkitnya global market.

Apalagi negara-negara besar dan maju dunia juga dibayangi beragam problemanya masing-masing. Optimisme ke depan pun bagaikan meredup merespon keadaan negara-negara dari berbagai penjuru dunia itu di tengah ancaman persoalan-persoalan yang tak akan luput menghadang di waktu-waktu mendatang.

Masih lekat dalam ingatan tentunya, terutama bagi para pelaku pasar dunia, tatkala valuta yang digunakan negara-negara Eropa sejak awal tahun 1999 itu akhirnya terperosok akibat Yunani. Negeri yang dituding bermasalah, bahkan mulai dari awal bergabung Athena dalam Eurozone itu tidak kuasa mempertahankan posisinya hingga menarik jatuh mata uang kebanggaan bangsa Eropa.